IBNews Kerukunan

FKUB Bengkayang Gelar Rakor Persiapan Desa Sadar Kerukunan

Bengkayang (ikhlasberamalnews) – Salah satu program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan didaerah adalah Desa Sadar Kerukunan. Program ini merupakan pilot project bagi penggerak kerukunan di jajaran masyarakat mengimplementasikan keberagaman yang mereka miliki. Sejak digulirkan di Tahun 2017, Desa Sadar Kerukunan menjadi salah satu icon kebanggaan Kementerian Agama dalam program Kerukunan Umat Beragama.

Ditahun 2019 ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan 4 ( empat ) alokasi desa yang ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan. Salah satu dari keempat desa tersebut, adalah Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Penetapan desa tersebut merupakan usulan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang bersama FKUB setempat dan dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nomor 510 Tahun 2019 Tanggal 20 Maret 2019.

Untuk itulah, pada Selasa Tanggal 20 Agustus 2019, FKUB Kabupaten Bengkayang mengadakan Rapat Koordinasi terbatas bersama jajaran dengan agenda persiapan launching Desa Sadar Kerukunan dan membahas isu isu aktual regional dan nasional. Undangan rapat koordinasi ini ditanda tangani langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bengkayang Nomor B-1909/Kk.14.06.1/HM.00.1/08/2019 tertanggal 16 Agustus 2019 dimana mengundang langsung Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Prov.Kalbar, Aris Sujarwono, M.H

Rapat dimulai sekitar Pukul 09.00 WIB di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bengkayang dengan pembukaan dipandu oleh Sekretaris FKUB Bengkayang, Sukandar Dinata,S.Ag. Hadir sebanyak 15 anggota dari 17 orang pengurus keseluruhan. Penyampaian sambutan oleh Ketua FKUB Bengkayang Drs.Hendrikus Clement yang merasa berterima kasih atas kepercayaan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar yang memberi alokasi terhadap Desa Sadar Kerukunan di Kabupaten Bengkayang. Untuk itu FKUB Bengkayang beserta jajaran sepakat untuk menjadikan Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas sebagai Desa Sadar Kerukunan tersebut.

Selanjutnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, H.Syarif Mahmud, SH juga menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang sangat mendukung sekali program Desa Sadar Kerukunan ini dan dalam pelaksanaan launching nanti tentunya akan mengundang Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar bersama Bupati Bengkayang. Hal ini mengingat moment yang sangat strategis dan merupakan sebuah program unggulan yang menjadi kebanggaan Kementerian Agama tentunya partisipasi Pemerintah Kabupaten setempat. Mengingat waktu dari para pimpinan sangat sibuk, FKUB dan Kemenag Kab.Bengkayang akan menjadwalkan agar bisa menghadirkan kedua pimpinan tersebut, yaitu Ka.Kanwil Kemenag Prov.Kalbar dan Bupati Bengkayang.

Dalam kesempatan ini, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Aris Sujarwono, M.H juga menyampaikan sejarah awal dari program Desa Sadar Kerukunan ini, dimulai dari 2017 di Kecamatan Sijangkung Singkawang, 2018 di Desa Sibau Hilir Kabupaten Kapuas Hulu dan di 2019 ini di 4 Kabupaten yaitu Bengkayang, Sambas, Sintang dan Melawi. Tak lupa Aris Sujarwono juga memberikan kisi kisi dan evaluasi dari 2017 dan 2018, sehingga Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang dan FKUB Bengkayang bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Berbagai hal lain juga diangkat dalam rapat koordinasi ini, diantaranya isu di salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat terkait rumah makan. Aris Sujarwono menjelaskan duduk persoalannya yang didapat langsung dari Ketua FKUB setempat agar tidak salah informasi dan termakan isu di media sosial yang menyimpang. Harapannya agar tidak terjadi kondisi yang sama di Kabupaten Bengkayang serta didaerah lainnya.


Tanya jawab singkat juga terjadi dalam rapat koordinasi tersebut dengan beberapa pengurus FKUB dan juga menampung usulan yang ada untuk diteruskan kepada tingkat pimpinan dan penganggaran di tahun mendatang. Dalam tanya jawab tersebut, para tokoh agama berharap isu tingkat nasional tidak masuk di Kalimantan Barat ataupun Bengkayang dan yakin akan segera di atasi oleh aparat penegak hukum.

Derasnya arus media sosial dewasa ini, terkadang membuat berita yang kecil menjadi besar dan menakutkan. Padahal kondisi awal tidak heboh, namun bumbu dan intervensi yang tidak jelas menjadikan berita tersebut semakin besar bergejolak di masyarakat daerah lain.

Untuk itulah salah satu kesimpulan dari rapat koordinasi FKUB Kabupaten Bengkayang ini, agar peran FKUB, Kementerian Agama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Adat semakin diperkuat mengingat peran mereka di jajaran masyarakat bisa meredam dan menjaga stabilitas keadaan serta kerukunan umat di wilayah setempat. Tanpa kerjasama seluruh element yang ada, maka kerukunan umat beragama mustahil terwujud.

Baca juga:

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: