kemenag

26 Pengajar Kembali Ke Mesir, Menag: Kerjasama Harus Terus Terjalin

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Sebanyak 26 pengajar dari Universitas Al-Azhar Mesir  akan segera kembali ke negaranya setelah menyelesaikan tugas di Indonesia. Selama tiga tahun, sejak 2017 para pengajar ini telah mengabdikan diri untuk mengajar bahasa arab dan menyebar pada berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan beberapa kota lainnya. 

Ini merupakan bagian kerjasama Indonesia dan Mesir, dalam hal ini Kementerian Agama dan Universitas Al-Azhar Mesir pada bidang pendidikan keagamaan. “Kami berharap kerjasama ini dapat terus terjalin dengan baik,” ungkap Menag, saat pelepasan Pengajar Bahasa Arab dari Al Azhar Mesir 2017-2020 di Jakarta, Kamis (02/07).

“Hari ini sungguh berat, karena harus melepas para pengajar yang sudah tiga tahun berdedikasi dengan luar biasa, khususnya dalam mengajar bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman,” imbuhnya. 

Menag menuturkan, Indonesia dan Mesir telah memiliki kedekatan budaya dan sejarah sejak lama. “Selain itu, Al-Azhar telah mendidik anak bangsa kami sehingga melahirkan cendekiawan yang membanggakan,” paparnya. 

Menag pun menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para pengajar asal Mesir ini. “Terimakasih atas dedikasi yang diberikan. Kami mengucapkan selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan dan bertemu kembali dengan keluarga tercinta,” ujar Menag yang didampingi Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag Mudhofir. 

Mudhofir mengungkapkan, kerja sama dengan Al-Azhar Mesir telah terjalin sejak 2006. “Berawal dari kehadiran 10 pengajar di Indonesia, dan terakhir 26 pengajar,” jelas Mudhofir. 

Sementara perwakilan pengajar asal Mesir Syekh DR Achmad Chusaini menyampaikan salam hormat dan cinta dari pemerintah Mesir atas kerjasama selama ini. “ Hubungan antar kedua negara telah terjalin erat. Indonesia dan Mesir punya kesamaan visi dan sejarah. Indonesia memiliki umat muslim terbesar dan Mesir menjadi kiblat pendidikan Islam dengan Al Azhar,” kata Chusaini yang selama ini mengajar di PTIQ. 
Chusaini juga menyampaikan salam hormat dari Grand Syaikh Al Azhar Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb. Salam tersebut menurut Chusaini merupakan wujud eratnya hubungan antara Mesir dan Indonesia yang diwujudkan dengan besarnya perhatian Al Azhar. 

“Kalau melihat jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir, Indonesia salah satu yang terbesar. Tidak hanya Mahasiswa yang mendapat beasiswa tapi juga yang mengikuti pendidikan dengan biaya sendiri,” tandasnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Kedutaan Besar Mesir untuk Indonesia Abdul Hadi. Ia menyampaikan Indonesia dan Mesir menjalin persahabatan sejak 50 tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kerjasama yang telah terjalin dan salah satunya adalah pengiriman tenaga pengajar ke wilayah Indonesia. 

“Indonesia di mata Al Azhar Mesir sangat penting, terlihat dari jumlah mahasiswa Indonesia yang mencapai lebih dari 6000 orang, lebih besar dibanding negara lainnya,” ungkapnya. 

Ditambahkan salah satu kecintaan Al Azhar terhadap Indonesia ditunjukkan juga kunjungan Grand Syeikh Al Azhar dua kali yakni tahun 2016 dan 2018. Selain itu Al Azhar sudah melakukan pelatihan untuk Dai lebih kurang 100 orang langsung maupun secara online. “Al Azhar punya kepedulian pengajaran agama Washatiah yang moderat,” kata Abdul Hadi.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: