kemenag

Aku Tidak Akan Meninggalkanmu Seorang Diri

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai anak yatim piatu. 

Aku akan datang kembali kepadamu dan hatimu akan bersukacita

Saudara terkasih. Kembali saya tuliskan renungan untuk hari ini. Saya mengambil inspirasi renungan ini dari semua bacaan Kitab Suci yang disajikan dalam kalender Liturgi untuk hari ini. 

Judul renungan saya ambil dari Antifon Kid. Maria. Ibadat sore I Minggu Paskah VII. Judul tersebut juga dapat dibandingkan dengan teks yang diambil dari Injil Yohanes ayat 14:18. Terjemahan dalam bahasa Inggris “When I go, you will not be left all alone” (Aku tidak akan meninggalkan kamu semua seorang diri), bukan sebagai anak-yatim piatu seperti terjemahan dalam bahasa Indonesia. 

Walaupun berbeda tetapi memiliki nuansa yang sama. Ditinggalkan seorang diri akibatnya akan mengalami kesepian sama seperti jika ditinggalkan sebagai seorang anak yatim piatu. Tetapi ketika Tuhan datang nanti hati kita akan bersukacita. Lihat Yoh 17:13: “Jika Aku dating hatimu akan bersukacita!”

Pesan renungan dapat diambil dari berbagai bacaan Kitab Suci pada hari ini antara lain, dari Paulus di depan Mahkamah Agama dapat membela diri atas tuduhan yang didakwakan kepadanya oleh Imam Besar Ananias yang dinyatakan melalui pengacaranya. Tertulis: “Orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani”. 

Sedangkan menurut kesaksian Paulus di hadapan Feliks wali negeri yang menjadi hakim dalam persidangan itu, dia adalah orang yang hidupnya tertib sebagaimana dinyatakan oleh dirinya seperti ini: 

Tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, baik di dalam Bait Allah, maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota. Mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku.

Aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukumTaurat dan dalam kitab nabi-nabi.

Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar. Aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. Aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan.

Kehidupan para Rasul, bersama-sama para wanita, dan Bunda Maria dan Saudara-saudara Yesus di Yerusalem yang selalu rukun sehati sejiwa dalam doa, mengenang kehidupan mereka ketika bersama Yesus.

Dalam Mazmur antarbacaan, diungkapkan kepercayaan Daud bahwa Allah adalah terang, keselamatan dan benteng hidupnya. Kerinduannya untuk selalu tinggal dalam rumah Tuhan dan menyaksikan kemurahan-Nya seumur hidup. Terus menerus mengikuti FirmanNya untuk mencari wajah-Nya.

Petrus berharap agar kita selalu bersukacita dalam penderitaan bersama Kristus. Tidak malu menderita karena Kristus, dan turut dimuliakan bersama Kristus. Jangan sampai menderita karena melakukan kejahatan.

Dalam Injil dikisahkan bagaimana Yesus mempertanggungjawabkan karya-Nya kepada Bapa. Menyerahkan semua orang yang mengikuti Sabda-Nya kepada Bapa untuk dimuliakan bersama Yesus dan Bapa. Menjanjikan kehidupan kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya.

Saudara terkasih, kembali kepada topik renungan ini. Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan orang-orang yang percaya kepada-Nya sendirian seperti yatim piatu yang kesepian. Sudah nyata dalam catatan Kitab Suci yang dibacakan pada hari ini. Jika kita baca dari Kisah Para Rasul tentang pengalaman Paulus yang lengkap pada teks ini, kita akan menjadi lebih kagum. Karena bagaimana Paulus mendapat pengalaman hidup dengan integritas yang sangat tinggi, dan dalam sejarah hidupnya dia dapat menjadi teladan dan menarik bagi banyak orang. 

Wanita-wanita kaya dari Yunani yang terpelajar juga akhirnya menjadi pengikut Kristus karena pewartaannya.  Jiwanya tidak pernah lagi mengalami kesepian dalam berbagai penderitaan yang dihadapi, sebaliknya dia selalu penuh semangat dan sukacita karena penderitaan yang dia alami dia hayati sebagai ambil bagian dalam penderitaan Kristus. Kepercayaan Daud yang diungkapkan dalam Mazmur: Tuhan cahaya, keselamatan, dan benteng hidupnya nyata dalam diri Paulus. Harapan Santo Petrus yang ditulis dalam suratnya di atas, terwujud secara nyata dalam hidupnya. Doa Yesus kepada Bapa diserahkan-Nya orang-orang yang melaksanakan firman-Nya dan dijanjikan-Nya hidup kekal, sudah terealisasikan bukan hanya setelah kematian Paulus, tetapi juga ketika dia masih hidup di dunia ini. Kekuatan itu sudah menjadi energinya yang tidak pernah habis sampai saat terakhir dia harus menyerahkan kembali hidupnya dengan penuh tanggung jawab kepadaTuhan. Pada kita juga, jika kita dapat meneladan hidup Paulus, sesuai dengan janji Yesus, pada saat Dia datang, kita akan mengalami sukacita. Bahkan sabda-Nya: sukacita-Nya menjadi penuh dalam diri kita.

Bagaimana mewujudkan sukacita bukan hanya kelak setelah akhir hidup. Saya sampaikan 4 kata magis lanjutan dari renungan sebelumnya yang dapat digunakan untuk mengatur hidup kita sehari-hari sebagai berikut yaitu:

Fokus

Apakah kita sudah memiliki prioritas yang akan kita lakukan dalam hidup kita? Apakah yang dimaksud dengan prioritas? Prioritas adalah sesuatu yang kita anggap hal yang penting dalam kehidupan kita. Prioritas adalah sesuatu yang terus menerus paling menuntut perhatian kita. Prioritas dapat menyangkut berbagai hal seperti tujuan hidup kita, sasaran, impian, ambisi, studi, kesehatan, dll. Jika ingin mencapai dengan baik harus fokus. Misalnya yang menjadi focus saat ini adalah peningkatan kesehatan. Untuk anak-anak, prestasi belajar menjadi lebih baik. Penghasilan bertambah. Mari kita berusaha fokus pada apa yang sedang dikerjakan.

Meminimalisir

Sesuatu yang kurang baik harus dikurangi menjadi sesedikit mungkin. Misalnya biaya yang terlalu mahal. Pemborosan waktu, tenaga, uang belanja. Gangguan kebisingan, polusi udara, merokok, penggunaan listrik dan air. Apa yang harus diminimalisisir dari kantor kita ini?

Memaksimalkan

Membuat menjadi lebih banyak, lebih tinggi sedapat mungkin. Memaksimalkan keuntungan. Menjadi lebih produktif. Bekerja lebih baik, lebih maksimal. Memaksimalkan sumber daya yang kita miliki menyangkut tenaga, sarana, dsb.Barang kali mirip dengan efisiensi.

Mengimplementasikan

Mengimplementasikan sama dengan mewujudnyatakan dalam bentuk tindakan. Tidak hanya bicara banyak saja. Tetapi juga sungguh-sungguh bekerja. Melaksanakan perubahan. Mewujudkan apa saja yang sudah direkomendasikan dalam rapat, kebijakan yang sudah ditetapkan, mengimplementasikan apa yang sudah direncanakan langkah demi langkah. 

Dalam bahasa iman, biasa disebut sebagai pertobatan. Pertobatan dengan melakukan berbagai langkah dari identifikasi,  resolve, memotivasi, dan menciptakan sesuatu (meng-generate) yang sudah disampaikan pada renungan sebelumnya 2020 dan melakukan fokus, minimalisasi, maksimalisasi, dan implementasi ini.

Dalam pertobatan terjadilah manusia baru seperti yang dialami Paulus yang sangat berani dalam berbagai macam hal.

Selamat menantikan hari Raya Penta Kosta.Tuhan memberkati.

 

Drs. Hari. M.Hum (Kasubdit Pendidikan Menengah)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: