kemenag

Berdana di masa Pandemi Covid-19

Danan ca dhammacariya ca, Natakanan ca sangaho, Anavajjani kammani, Etam mangalamuttamam

Berdana, dan hidup sesuai dengan Dhamma, menolong sanak saudara dan kerabat, dan tidak melakukan pekerjaan yang tercela, itulah Berkah Utama. (Manggala Sutta, syair 6)

Awal tahun 2020 ini dunia termasuk Indonesia digemparkan oleh munculnya wabah virus berbahaya yaitu wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19. Covid-19 ini telah menjadi bencana nasional nonalam. 

Dalam pandangan agama Buddha, Covid-19 merupakan bencana yang utamanya disebabkan oleh penyakit. Hal ini tertuang pada Anguttara Nikaya 5.130 (Byasana Sutta) dijelaskan tentang lima macam bencana yang bisa kapan saja menimpa seseorang yaitu: (1) bencana yang disebabkan oleh kehilangan sanak saudara, (2) bencana yang disebabkan oleh kehilangan kekayaan, (3) bencana yang disebabkan oleh penyakit, (4) bencana sehubungan dengan kehilangan perilaku bermoral, dan (5) bencana sehubungan dengan kehilangan pandangan benar. 

Menghadapi kondisi yang memprihatinkan ini, kita sebagai ASN Kementerian Agama sudah semestinya dapat menyikapinya dengan tenang dan tetap berpegang teguh pada prinsip kebenaran Dhamma. Di masa pandemi Covid-19 melanda, memang banyak kendala yang dihadapi. Namun, kita  harus tetap memberikan pelayanan semaksimal mungkin dengan menggunakan sistem-sistem yang dapat mengakomodir berbagai pelayanan yang dibutuhkan dan tentunya tetap dengan mengindahkan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Pandemi Covid-19 ini telah memperkuat pemahaman akan pentingnya solidaritas sebagaimana Buddha mengajarkan tentang berdana. Membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 melalui  praktik berdana. 

Dalam Kitab Suci Itivuttaka, Buddha menjelaskan bahwa ada dua macam dana, yaitu: dana yang bersifat materi dan dana yang bersifat non materi. Di masa pandemi Covid-19 kita dapat berdana dalam bentuk materi seperti uang, masker, kebutuhan pokok sehari-hari dan materi lainnya yang dibutuhkan. Sedangkan berdana yang bersifat non materi bisa dalam bentuk turut serta dalam aktivitas sosial sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang ditentukan, berpartisipasi aktif dalam mendukung anjuran dan kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi, dan hal lain yang bersifat mendukung ketenangan batin yang juga dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi ini.

Berdana hendaknya diberikan kepada yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan. Dalam sebuah kisah yang dimuat dalam Vacchagotta Sutta, dikisahkan Vacchagotta Sang Pengembara bertanya kepada Buddha: “Bhagawa, aku telah mendengar bahwa anda mengatakan dana seharusnya hanya diberikan kepadamu tidak kepada orang lain, kepada pengikutmu tidak kepada pengikut guru lain. Apakah mereka mewakili pendapatmu? 

Bhagawa: “Vacca, apa yang mereka katakan bukanlah pendapatku. mereka telah berkata tidak benar. Siapapun yang menghalangi orang lain berdana akan melakukan tiga kesalahan besar, yaitu menghalangi pemberi dana untuk mendapat kebaikan, menghalangi penerima dana untuk mendapatkan dana, dan ia telah merusak dirinya sendiri dengan kekejian. (Anguttara Nikaya I:161). 

Oleh karena itu, marilah kita berdana dan mendukung kegiatan penggalangan dana dengan penuh kesadaran dan pengembangan sifat belas kasih kepada semua makhluk. Semoga dengan adanya kesadaran untuk saling peduli maka sifat cinta kasih dan belas kasih kita terus berkembang dan terpelihara sehingga kita dapat meraih kebahagiaan di masa sekarang dan juga masa yang akan datang.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia

 

Caliadi (Dirjen Bimas Buddha)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: