kemenag Pendidikan Islam

Bersiap Menjadi UIN, IAIN Jember Tingkatkan Perangkat Kelembagaan

Jember (ikhlasberamalnews) — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember sedang mempersiapkan diri untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Pelbagai persiapan dilakukan mulai dari sisi perangkat kelembagaan, keunggulan sumber daya manusia, penguatan lembaga riset dan kajian, serta pengembangan sarana pembangunan fisik seiring bertambahnya animo mahasiswa untuk melanjutkan studi di IAIN Jember.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto menuturkan, animo pendaftar ke IAIN Jember mengalami peningkatan setiap tahun. Untuk jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), sebanyak 7.501 pendaftar, memilih IAIN Jember. Sedangkan pada jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN, pendaftar yang memilih IAIN Jember mencapai 13 ribu.

“Alhamdulillah, jumlah peminat IAIN Jember meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Ini kepercayaan yang besar dari masyarakat kepada IAIN Jember dan menjadi modal besar dari keinginan kami untuk bertransformasi menjadi UIN,” ungkap Babun saat meninjau pelaksanaan UM-PTKIN yang menggunakan Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) di Kampus IAIN Jember, Selasa (28/05).

Dikatakan Babun, segala persiapan sudah dilakukan setidaknya dalam tiga tahun terakhir, baik dari sisi tata kelola, perluasan akses maupun peningkatan mutu dan daya saing. Dari aspek keunggulan sumber daya manusia, menurutnya, saat ini IAIN Jember telah memiliki guru besar berjumlah tujuh orang dan puluhan dosen bergelar doktor.

“Pelbagai program telah kami jalankan dalam rangka akselarasi guru besar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan itu antara lain program GELARKU (gerakan lima ratus buku), Doktorisasi Dosen (dari 40 Dosen tahun 2014 menjadi 72 dosen bergelar doktor pada tahun 2018), post doktoral dalam rangka akselerasi guru besar, dan kerjasama internasional,” ungkap Babun yang juga Ketua Forum Pimpinan PTKIN.

Babun menekankan bahwa proses alih status tidak sekedar keinginan pragmatis, melainkan untuk penguatan tradisi akademik di kampus yang memiliki visi sebagai pusat pengembangan Islam Nusantara. Ia berharap, proses pembelajaran kedepan semakin berkualitas dengan program-program inovatif, budaya akademik yang tinggi dan memadai untuk akselerasi reputasi.

“Saat ini kami fokus pada aspek peningkatan mutu dan penguatan integrasi ilmu, termasuk peningkatan publikasi, pengembangan jejaring internasional, dan perluasan kontribusi akademik untuk masyarakat yang dihasilkan dari karya-karya dosen IAIN Jember dalam rangka penguatan moderasi keberagamaan dan integrasi kebangsaan,” kata Babun.

“IAIN Jember harus segera meningkatkan kualitas, terutama perpustakaan yang harus segera diakreditasi. Tahun 2020 nanti, kami juga menargetkan agar akreditasi institusi IAIN Jember memperoleh nilai A,” tambahnya.

UIN KH. Ahmad Shiddiq

Rencana alih status ditindaklanjuti serius oleh Rektor IAIN Jember. Salah satu bentuk keseriusan itu, Babun telah meminta restu kepada keluarga KH Ahmad Siddiq untuk menggunakan nama “KH Ahmad Siddiq” sebagai nama baru UIN Jember.

“Kami sowan kepada keluarga Kiai Ahmad Siddiq untuk meminta restu dan keikhlasan agar nama KH Ahmad Siddiq kita jadikan nama untuk UIN Jember. Atas inisiatif beliau-beliau yang menginginkan adanya kampus Islam di Jember, akhirnya lahirlah IAIN Jember ini,” ungkap Babun.

Menurutnya, perjalanan berdirinya IAIN Jember tidak lepas dari peran KH Ahmad Siddiq bersama KH Dhofier Salam, Bupati Jember R Oetomo, dan sejumlah tokoh lainnya. (IAIN Jember)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

smallseotools.com

Follow me on Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: