kemenag Kristen

Bertekun Dalam Masa Penantian

Shalom. Ibu bapak, saudara umat Kristiani di manapun ada dan berada. Tema refleksi Kristen hari ini adalah Bertekun Dalam Masa Penantian. Tulisan ini diawali dengan kutipan Firman Tuhan, Roma 8:18-28:

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Saudaraku seiman di manapun saudara berada. Tidak ada seorangpun manusia yang bebas dari persoalan, yang bebas dari penderitaan. Susah dan senang, sakit dan sehat itu adalah bagian dari hidup manusia. Semua orang, percaya atau tidak percaya, pasti mengalaminya. Kita yakin bahwa penderitaan dan kesulitan hidup itu pada saatnya nanti akan berlalu dan Tuhan selalu bersama dengan kita.

Pengharapan ini penting sehingga kita tidak perlu mengeluh, tidak perlu berputus asa, tapi kita terus menghadapinya bersama dengan Tuhan. Kita semakin dekat dengan Tuhan, karena menanti memang membosankan. Menanti adalah pekerjaan yang tidak mengenakkan tetapi bagi orang percaya menanti bersama dengan Tuhan itu sangat menyenangkan.

Sebab, ada Tuhan bersama dengan kita, melindungi kita. Ada Roh Allah yang membantu kita bagaimana kita harus berdoa. Tuhan tahu kebutuhan kita. Tuhan tahu apa yang kita perlukan. Karena itu, Tuhan mengajarkan kita melalui kuasa Roh Kudusnya sehingga kita menyampaikan permohonan kita, doa kita kepada Tuhan sehingga Tuhan mendengar dan mengabulkan doa-doa itu. Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil dengan rencana Allah.

Saudaraku yang saya kasihi. Ini sangat penting. Kita tidak seorang diri dalam dunia yang fana ini. Ada Tuhan turut bekerja dalam hidup kita. Pada masa Pandemi Covid 19 ini, ada pemerintah, ada tim gugus protokol kesehatan, ada banyak pihak yang terlibat, termasuk kita dalam gereja, hamba-hamba Tuhan mendoakan dan melakukan pertolongan sesuai dengan kemampuan kita.

Tapi ada satu yang sangat penting, sangat besar bagi kita, janji Tuhan bagi kita. Kita tahu sekarang, Allah bekerja di dalam segala sesuatu bersama dengan kita, termasuk di suasana Covid 19. Ada Tuhan bersama dengan kita, menyertai kita, di manapun kita berada.

Saudaraku, karena itu kita tidak boleh hanya mengandalkan manusia. Kita memang berusaha. Para dokter juru rawat, tenaga medis dan banyak pihak yang terkait menolong, membantu kita untuk menghadapi Covid 19 ini. Tetapi, itu tidak cukup. Sebab, ada Tuhan bersama kita.

Yeremia 17:5 berkata: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, yang hatinya menjauh dari Tuhan.” Jadi, kita justru dalam konteks yang sulit seperti ini, harus semakin dekat dengan Tuhan, semakin berseru kepadaNya, semakin kita mengandalkan Dia dengan sesungguhnya.

Sebab, hanya Tuhanlah yang mampu mengalahkan segala jenis sakit penyakit ini. Kita hanya berusaha namun kemampuan terbatas. Demikian sebaliknya juga, janji Tuhan kepada orang percaya, diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Yeremia 17:7 menjelaskan,  usaha dan pekerjaan kita yang Tuhan ada di dalamnya, maka kita diberkati oleh  Tuhan, kita dipelihara oleh Tuhan.

Jemaat yang saya kasihi dan diberkati oleh Tuhan. Karena itu, kita sebagai gereja dan umat Tuhan harus membantu pemerintah, membantu pihak-pihak terkait dalam menghadapi musuh bersama Pandemi Covid 19. Ada Tuhan selalu menyertai kita, dan ini pengharapan gereja, ini pengharapan kita semua.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu menyertai kita. Karena itulah yang menjadikan kita menjadi kuat, menjadi berpengharapan di manapun kita berada, Allah sanggup melawan Covid 19 ini. Allah sanggup melindungi kita.

Kita juga berterima kasih kepada Pemerintah, pusat dan daerah, yang bersama-sama dengan rakyat bersatu padu, menghadapi Covid 19. Sebagai bagian orang percaya, kita selalu berpengharapan, tidak bersungut-sungut, tidak mempersoalkan masalah, tidak menyalahkan banyak pihak karena kenyataan penderitaan di dunia ini memang harus terjadi.

Ini sebagaimana yang dikatakan Paulus pada ayat ke 18, aku yakin penderitaan zaman sekarang ini, berarti memang penderitaan itu memang harus ada dan ada dan justru di dalam penderitaan itu kuasa Tuhan nyata, kuasa Tuhan itu nampak, kuasa Tuhan itu nyata dalam kehidupan kita karena Dia melampaui segala penderitaan dan kesulitan hidup itu.

Inilah yang menjadi kekuatan bagi kita semua. Bagian dari refleksi Firman Tuhan pada saat ini bagi kita semua, pertama kita hidup harus sesuai dengan rencana Allah. Allah telah punya rencana bagi hidup kita. Kita harus berada dalam rencanaNya. Jangan kita memaksakan kehendak kita dan rencana kita. Rencana dan kehendak kita harus sesuai, harus sejalan dengan kehendak Allah.

Kedua, Tuhan bisa mendatangkan segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Artinya, Dia tidak menjanjikan segala sesuatu baik-baik saja, mulus-mulus saja. Tapi justru datang kebaikan dan penderitaan, datang yang baik dan tidak baik. Itu semua datang, tapi kita harus mensyukuri karena ada maksud dan rencana Allah di dalamnya.

Kita menyerahkan hidup kita siang dan malam ke dalam tanganNya, karena Yeremia 29:11 juga mengatakan, Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap orang, Tuhan tidak pernah punya rencana yang jahat atau merancangkan yang jahat bagi setiap orang. Dia merancangkan rancangan yang indah dan damai sejahtera bagi setiap orang yang mengandalkan Dia.

Ketiga, kehendak tertinggi dari Tuhan adalah melakukan hal-hal yang baik bagi anak-anak yang telah dipilihnya. Tuhan melakukan segala sesuatu yang terbaik bagi kita, walaupun secara kedagingan, secara keduniawian kita kadang-kadang sulit mengerti. Tetapi rencana Allah itu adalah rencana yang indah bagi setiap orang yang mengasihi dia dan yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Karena itu, Paulus juga mengajarkan kepada kita di dalam 1 Tesalonika 5:18: Bersyukurlah dalam segala hal, karena itu yang dikehendaki Tuhan. Jadi kita diajarkan untuk bersyukur, bukan hanya bersyukur dalam hal-hal yang baik, hal-hal yang indah, hal-hal yang menyenangkan, tapi bersyukur dalam segala hal. Artinya, dalam keadaan baik dan tidak baik, kita tetap bersyukur.

Kenapa? Karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu bersama dengan kita. Karena itu, kita harus bersyukur, bersyukur dalam segala hal, karena segala hal yang terjadi itulah justru iman kita diteguhkan dan dikuatkan. Tuhan menyatakan kasih dan kesetiaannya bagi kita semua.

Selaku pimpinan Gereja Kalimantan Evangelis, saya mengajak kita semua, umat Kristiani, di manapun berada untuk bergandengan tangan. Mari kita saling tolong menolong, saling berbagi, membantu pemerintah agar Covid 19 ini bisa berlalu dan kita kembali ke kehidupan normal lagi sebagaimana sebelum adanya Covid ini.

Tuhan memberkati kita semua, Shalom!

Pdt. Dr. Wardinan S. Lidim, M.Th (Ketua Umum Majelis Sinode GKE)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: