kemenag

Bijak dalam Berpenghidupan

Attadattham paratthena, bahunapi na hapaye. Attadatthamabhinnaya, sadatthapasuto siya. Jangan karena demi kesejahteraan orang lain lalu melalaikan kesejahteraan sendiri. Setelah memahami tujuan akhir bagi diri sendiri, hendaklah ia teguh melaksanakan tugas kewajibannya. (Dhammapada, 166)

Seiring dengan kemajuan peradaban, kebutuhan hidup manusia pun semakin kompleks. Begitu pula dengan jenis-jenis kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Salah satu bentuk kegiatan manusia yang paling mendasar dan sangat penting adalah masalah penghidupan, khususnya yang berkaitan dengan mata pencaharian. Mata pencaharian yang dimaksudkan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidupnya, utamanya adalah pangan/makanan, sandang/pakaian dan papan/rumah tinggal.

Banyak macam dan ragam jenis pekerjaan yang dapat dilakukan. Maka dari itu, ada hal-hal yang harus menjadi pertimbangan agar pekerjaan itu tidak bertentangan dengan hukum termasuk hukum agama. 

Satu hal yang menjadi perhatian kita adalah penghidupan atau matapencaharian benar (Samma Ajiva).  Jika suatu pekerjaan yang dilakukan melampaui kaidah-kaidah hukum (dhamma), sudah tentu menyebabkan timbulnya penderitaan di kemudian hari. 

Siapapun kita, tanpa kecuali, perlu berpegang teguh pada kebenaran dhamma. Agar pekerjaan yang kita lakukan menjadi sebuah berkah, tidak tercela dan tidak merugikan pihak lain, maka pekerjaan itu harus dilakukan dengan tanpa cela. Sebagaimana kita yakini bahwa tidak melakukan perbuatan tercela adalah berkah utama. 

Dalam Mangala Sutta disebutkan: “Anavajjani kammani Etam mangalamuttaman”. Melalui ajaran tersebut, Guru Agung Buddha mengingatkan kepada kita semua ASN Ditjen Bimas Buddha, sudah seharusnya dapat memberikan contoh dan teladan bagi ASN lainnya dalam menunaikan tugas pekerjaannya, tanpa cela, dan tidak merugikan negara maupun masyarakat. Kita harus selalu menjaga ucapan dan perilaku dengan baik, serta berupaya memperoleh hak penghasilannya dengan cara yang baik dan benar. 

Sebagai pedoman kita dalam melaksanakan penghidupan yang benar, Guru Agung Buddha menguraikan cara bagaimana agar penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan yang baik dan benar itu dapat dinikmati dengan nyaman, tenang dan tidur dengan nyenyak, bebas dari kekhawatiran dan kegelisahan. 

Pertama, penghasilan itu harus dilakukan dengan cara-cara yang legal dan sah, diperoleh dengan damai, tanpa paksaan atau kekerasan. Kedua, penghasilan diperoleh dengan jujur, tidak dengan penipuan dan kebohongan. Dan ketiga, penghasilan diperoleh dengan cara-cara yang tidak menimbulkan bahaya dan penderitaan bagi orang lain.(Angutara Nikaya)

Lebih lanjut, Guru Agung Buddha mengajarkan agar penghasilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mencapai kebahagiaan dengan cara yang tepat. Karena itulah kita harus memiliki semangat untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan sehingga dapat menempuh hidup bahagia. 

Ada empat macam kebahagiaan. Pertama, kebahagiaan karena memiliki kekayaan. Yakni, memperoleh kekayaan dari usaha sendiri, kerja keras, tidak mudah putus asa, melakukannya dengan cara yang benar (sesuai dengan Penghidupan Benar).

Kedua, kebahagiaan karena penggunaan kekayaan. Yakni, menggunakan kekayaan kebajikan yang dapat membuat batin, pikiran dan perasaan menjadi bahagia, tenang dan sukacita.

Ketiga, kebahagiaan karena tidak berutang. Orang yang tidak mempunyai utang akan berbahagia dan tidak ada kecemasan. Keempat, kebahagiaan karena tidak berbuat salah, sehingga tidak ada rasa takut atau cemas akan akibat berbuat salah.

Memiliki kesadaran untuk bijak mengelola penghidupan akan membuat seseorang menjadi tenang, bahagia dan damai. Kebahagiaan tersebut terjadi karena didukung faktor dalam diri, yaitu batin yang tidak ada kecemasan. Ketika seseorang berpikir, “Saya tidak mempunyai utang” atau “Saya sudah mencukupi kebutuhan keluarga saya” maka seseorang menjadi bahagia karenanya. 

Untuk itu, marilah sebagai ASN Ditjen Bimas Buddha, kita tumbuhkan kesadaran selalu bijak menjalankan tugas dan kewajiban dalam berpenghidupan benar.

Semoga semua mahkluk hidup berbahagia.

 

Caliadi (Dirjen Bimas Buddha)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: