kemenag

BWI Apresiasi Langkah Menag Selamatkan Aset Wakaf

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama Fachrul Razi menerima kunjungan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh di kediamannya, Cipayung Jakarta.

Dalam kunjungan yang berlangsung relatif singkat, M Nuh mengapresiasi hubungan yang selama ini terjalin dengan baik, antara Kementerian Agama dan BWI.

“Kami sangat berterima kasih sekali, bahwa hubungan Kemenag dengan BWI ini sangat intim. Ini lebih dari baik,” ungkap M Nuh, Jumat (11/09).

“Kami ucapkan terima kasih, atas langkah-langkah Pak Menteri dalam penyelamatan aset-aset wakaf. Kami apresiasi betul terhadap ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, M Nuh juga menyampaikan rencana Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BWI di Jakarta, 14 September mendatang. “Kami mohon Pak Menteri berkenan memberikan sambutan dalam acara Rakornas BWI. Dan nanti akan dilanjutkan Bapak Wapres membuka acara Rakornas,” kata M Nuh.

Menag Fachrul mengapresiasi kiprah BWI di bawah pimpinan M. Nuh yang memiliki hubungan baik dengan pelbagai lembaga negara lainnya.  “ini pasti karena ketuanya,” ungkap Menag.

Menurut Menag, lembaga seperti BWI, memang hendaknya dipimpin oleh orang yang dapat dipercaya, dan dikenal memiliki integritas yang tinggi.

“Apalagi soal wakaf. Orang akan mewakafkan, pasti diyakini akan dikelola dengan baik. Kalau yang menjabat tidak memiliki kredibilitas, mana mau orang mewakafkan hartanya,” jelas Menag.

Menag juga menyatakan dukungannya terhadap program-program yang dilaksanakan BWI seraya berharap terus ditingkatkan. “Kami mendukung seluruh program BWI. Ke depan kita terus tingkatkan betul pengelolaan wakaf ini,” tandas Menag.

Hadir mendampingi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M Fuad Nasar menjelaskan, Menag selama ini sangat taat asas dan taat prosedur dalam mengambil setiap keputusan terkait wakaf. Fuad lalu mencontohkan dalam proses mengeluarkan izin perubahan status tanah wakaf yang menurut aturan per-UU-an menjadi kewenangan Kemenag. 

“Menag tidak akan mengeluarkan izin perubahan status tanah wakaf tanpa persetujuan BWI. Menag pun melakukan check and recheck sebelum menandatangani keputusan guna memastikan kebenaran dokumen dan kebenaran faktual agar aset wakaf tidak dirugikan,” tutur Fuad. 

“Menag juga selalu mengingatkan jajarannya bahwa tidak boleh terjadi “henky-pengky” di dalam proses ruislag tanah wakaf,” tandasnya

Tampak hadir juga, Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda Basyir.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: