kemenag

Cegah Korupsi, Menag Tegaskan Lima Nilai Dasar Kemenag

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, dalam ajaran semua agama, perilaku korupsi itu hina. Untuk mencegah korupsi, Menag Fachrul Razi menegaskan lima nilai dasar  yang harus dipegang oleh ASN Kementerian Agama.  

Hal ini disampaikan Menag  saat memberikan Keynote Speech dalam Seminar Nasional bertajuk Pencegahan Korupsi di Kementerian Agama dengan Pendekatan Agama. “Semua ajaran agama memandang korupsi sebagai sesuatu yang hina. Oleh karenanya, sebagai umat beragama, apalagi kita ASN yang ada di Kementerian Agama harus memiliki pandangan serta sikap seperti itu,” tegas Menag, Kamis (17/12). 

“Saya ingatkan kembali, bahwa kita memiliki Lima Nilai Dasar yang harus dipegang. Dan nilai yang pertama adalah Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya. 

Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) ini terselenggara atas kerjasama Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag dengan Pusat Lektur Keagamaan dan Manajemen Organisasi Balitbang dan Diklat Kemenag. Hadir sebagai narasumber Founder Human REALsource/HRs Reza Arfiansyah, Ketua KPK Periode 2015-2019 Agus Rahardjo, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Amin Abdullah, dan Guru Besar UIN Malang Imam Suprayoga. Acara dipandu oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan Manajemen Organisasi Balitbang dan Diklat Kemenag Arskal Salim. 

Seminar ini berlangsung secara  daring dan diikuti oleh hampir seribu orang peserta yang terdiri dari Pejabat Eselon I, Eselon II dari Kementerian Agama Pusat, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kakanwil Kemenag Provinsi, Kakankemenag Kota/Kabupaten, Kepala Madrasah, serta Kepala KUA se-Indonesia.

Menag menuturkan, bila seseorang memegang nilai iman dan taqwa, tentunya ia akan menjalankan apa yang diperintahkan oleh ajaran agama. Salah satunya menjauhkan diri dari perilaku korupsi. Nilai ini menurut Menag amat relevan dengan tema seminar yang diusung. “Pendekatan agama dalam cegah korupsi ini menjadi sangat penting, sebab, upaya pencegahan tersebut berada di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Menag. 

Lima nilai dasar ini merupakan hasil penyempurnaan  Lima Nilai Budaya Kerja yang sebelumnya telah dikenal oleh  ASN Kemenag. Lima nilai dasar ini kemudian dikukuhkan dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Agama tahun 2020-2024. 

Nilai dasar kedua yang harus dimiliki ASN Kemenag adalah nilai integritas. “Orang yang punya integritas tentunya tidak akan terpengaruh dengan hal-hal yang menjurus pada tindak korupsi. Karena ia akan melaksanakan semua tugasnya sesuai dengan kewajiban, wewenang serta tanggung jawab yang dimilikinya,” ungkap Menag. 

Sementara tiga nilai lain yang harus dijadikan pegangan adalah profesionalitas, tanggung jawab, dan keteladanan.”Keteladanan menjadi hal yang penting. Para pimpinan saya harap dapat memberikan keteladanan untuk tidak melakukan perilaku koruptif,” tandas Menag. 

Menag mengungkapkan tindak pidana korupsi dapat terjadi karena ada dua hal, yakni: niat dan peluang. “Jika seseorang punya niat tapi tidak punya peluang, tentunya tindak korupsi tidak akan terjadi. Begitu juga bila ada peluang, tapi tidak ada niat, maka hal itu pun tidak akan terjadi,” kata Menag. 

“Kita tahu di Kemenag ini banyak sekali peluang. Tapi saya yakin, kita berkomitmen untuk bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk umat, sehingga tidak ada niat sedikit pun untuk melakukan tindak pidana korupsi. Agar tidak terjadi tindak pidana korupsi, kita harus terus bersama menutup peluang-peluang yang ada,” tegas Menag. 

“Saya telah menyampaikan ada tiga prioritas dalam pencegahan tindak pidana korupsi di Kementerian Agama, yaitu: pertama, tutup semua pintu peluang untuk terjadinya korupsi. Kedua, buka kehadiran ‘whistle blower’. Ketiga, tindak tegas (pelanggar), administrasi maupun hukum,”imbuhnya. 

Menag juga mengapresiasi jajarannya yang telah berupaya menutup peluang tindak pidana korupsi, salah satunya dengan membangun sistem aplikasi tata kelola organisasi. Lebih lanjut Menag mengingatkan pendekatan sains manajemen dalam upaya pencegahan korupsi di kementerian agama harus dilengkapi dengan pendekatan agama. “Karena agama selalu lahir dalam misi mulianya, yakni memperbaiki ketidak-adilan dan ketidak seimbangan yang nyata terjadi,” ungkapnya. 

“Semoga acara seminar virtual ini menghasilkan masukan berharga, khususnya terkait dengan upaya dan langkah-langkah nyata dalam pencegahan perilaku korupsi di lingkungan Kementerian Agama,” harap Menag. 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: