kemenag

Covid-19, Mahasiswa PTKI bisa KKN dari Rumah atau Kerja Sosial

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak juga pada pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).  Hal itu direspon Ditjen Pendidikan Islam Kemenag dengan memodifikasi program KKN.

““Wabah covid-19 ini jangan sampai menghalangi proses KKN mahasiswa. Karenanya, kita berinisiatif melakukan modifikasi,” ungkap Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag Arskal Salim di Jakarta, Senin (06/04).

Menurutnya, KKN dibagi dua pola, yaitu: KKN dari Rumah (KKN DR) dan KKN Kerja Sosial (KKN KS). Direktur Diktis telah mengeluarkan surat edaran tentang modifikasi KKN kepada pimpinan PTKI. Sosialisasi juga telah dilakukan secara daring kepada Wakil Rektor/Wakil Ketua 1 dan Wakil Rektor/Wakil Ketua 2 PTKIN, Ketua LP2M/P3M PTKIN, Pimpinan Kopertais seluruh Indonesia, dan Kepala Seksi di lingkungan Subdit Penelitian dan Pegabdian kepada Masyarakat Diktis.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menambahkan, KKN-DR dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan melakukan produktivitas keilmuan. Untuk pemanfaatan media sosial, mahasiswa diminta untuk melakukan secara aktif membangun kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat terhadap wabah Covid-19. 

“Mahasiswa juga bisa membuat konten publikasi terkait relasi agama dan kesehatan (sains) dengan tepat, moderasi beragama, pendidikan serta dakwah keagamaan Islam,”papar Suwendi. 

Sementara terkait produktivitas keilmuan, mahasiswa diminta menulis buku, karya tulis, opini, dan lain-lain yang disesuaikan dengan program studi masing-masing. “KKN-DR ini dapat diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi syarat yang ditentukan oleh masing-masing PTKI dan berasal dari seluruh program studi,” ungkap Suwendi. 

Model kedua, KKN-KS diwujudkan dengan cara terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Ini bisa dikerjasamakan dengan Kementerian/Lembaga dan/atau gugus tugas pada PTKI masing-masing di bawah pengendalian dan pengawasan pihak berwenang serta memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Model KKN-KS ini hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari program studi rumpun kedokteran dan sains teknologi yang diseleksi secara ketat  dan memenuhi syarat yang ditentukan oleh masing-masing PTKI”, ungkap Suwendi lebih lanjut.

Untuk menjamin efektivitas pelaksanaan kedua pola KKN di atas, pimpinan PTKI menentukan mekanisme, bobot, dan  besaran nilai atas bentuk pelaksanaan KKN tersebut secara lebih lanjut yang dikonversikan ke penghitungan sks (satuan kredit semester) pada semester berjalan. “Pimpinan PTKI diharapkan menentukan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) untuk membimbing, mendampingi, mengevaluasi, dan memberikan nilai kepada mahasiswa yang menyelenggarakan kedua pola KKN tersebut,” pungkasnya.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: