kemenag

Huda, Nguli Bangunan di Masjid Tanpa Pamrih

Magelang (ikhlasberamalnews) — Namanya Samsul Huda. Saat ini, usianya 24 tahun, relatif masih muda. Namun, semangatnya untuk berkontribusi bagi desanya sangat besar.

Sabtu (05/09), Samsul dipanggil ke depan, untuk menerima apresiasi dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi. Momen tersebut bersamaan dengan giat kunjungan kerja Wamen di Secang, Magelang, meninjau pembangunan tempat wudlu Masjid Al-Muttaqin.

Tempat wudlu itu dibangun atas bantuan Kementerian Agama. Bantuannya tidak seberapa, hanya Rp50juta. Namun, kualitas bangunan yang dihasilkan sangat bagus, jauh dari bantuan yang diberikan. Itu tidak terlepas dari komitmen warga untuk memberikan yang terbaik buat masjidnya, tidak terkecuali Samsul Huda.

Samsul adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika Universitas Muhamadiyah Magelang. Saat ini dia sedang mengambil cuti, karena terkendala biaya. Dia kembali ke desa untuk mengajar Al-Quran anak-anak di desanya.

“Saya sejak kecil belajar ngaji dengan para ustadz di kampung sini. Tongkat estafet berganti, kini giliran saya yang mengajar mengaji anak-anak desa Karangtalun, Secang di Masjid Al Muttaqin,” ujar Huda saat ditemui usai menerima penghargaan dari Wamenag.

Baginya, mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an adalah tanggung jawab. Dia berharap generasi desa Karangtalun dapat membaca dan memahami Al-Quran dengan baik dan benar. “Saya hanya mengajarkan apa yang saya bisa, yang pernah saya pelajari dari guru-guru saya di kampung ini,” tuturnya.

Tidak hanya mengajar, saat masjid membangun tempat wudlu, Huda juga ikut bekerja sebagai kuli bangunan. Dia ingin ikut beramal dengan tenaga, hingga tidak mau menerima saat akan dibayar. Padahal, pembangunan itu berlangsung selama hampir satu tahun. 

“Mungkin saya tidak punya banyak harta untuk disedekahkan. Karenanya, saya ingin berkontribusi melalui tenaga sebagai kuli bangunan,” ujarnya.

Keikhlasan Huda diketahui warga Masjid Al-Muttaqin. Takmir Masjid Al-Muttaqin Rofii mengaku kagum dengan dedikasi Huda. “Dia istiqamah mengajar. Bahkan, selama satu tahun penuh membantu pembangunan masjid, dia tidak mau dibayar. Padahal, dia cuti kuliah juga karena terkendala biaya. Tapi ikhlas banget orangnya,” terangnya.

Sebagai bentuk perhatian dan marena memang Huda tidak mau dibayar, Rafii mengaku pernah memberikan sembako saat lebaran  tahun 2018 dan 2019. “Itupun kami paksa agar Huda mau menerimanya,” kata Rofii.

“Alhamdulillah, Wamenag berkenan hadir dan menyampaikan apresiasi kepada Huda. Ini juga bentuk terima kasih takmir masjid dan masyarakat atas pengorbanan Huda selama ini,” tutupnya.

Terima kasih Samsul Huda.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: