kemenag

Ikut Atasi Imbas Covid-19, Organisasi Pengelola Zakat DIY Salurkan Lebih dari 10 Milyar

Yogyakarta (ikhlasberamalnews) — Sebagai upaya ikut mengatasi imbas Covid-19, Oganisasi Pengelola Zakat (OPZ) se-DIY telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp10 miliar. Hal ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan wabah Covid-19.

Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat-Wakaf Kementerian Agama DIY, Muklas, menandaskan hal itu di sela rapat evaluasi Implementasi Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 dan Peran OPZ Dalam Pencegahan Covid-19, di Yogyakarta, Senin (18/05). Rakor yang memanfaatkan aplikasi daring ini diikuti Kasi Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag DIY, jajaran penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Kabupaten/Kota, Ketua BAZNAS DIY dan pengurus Forum Organisasi Zakat/FOZ se-DIY.

“OPZ yang terdiri dari Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat dan Unit Pengumpul Zakat ini tepatnya telah menyalurkan Rp 10.368.509.461,” jelas Muklas.

Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk kegiatan pengadaan bingkisan bahan makan, penyemprotan disinfektan, bantuan APD, edukasi dan santunan dalam bentuk pemberian uang tunai. “Kami sangat bersyukur peran luar biasa telah ditunjukkan OPZ di DIY yang mendukung program pemerintah dalam pencegahan wabah Covid-19,” imbuh Muklas.

“Nominalnya pun cukup fantastis, bahkan kami tidak mengira kalau ternyata OPZ di DIY di tengah pandemi Covid-19 mampu menunjukkan kinerja optimal,” sambungnya lagi.

Sementara Ketua BAZNAS DIY, Bambang Sutiyoso, menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, BAZNAS DIY dan Kabupaten/Kota tetap dapat melaksanakan program pungutan dan pendistribusian dengan baik. “Hal ini kami lalukan dengan berpedoman pada Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020,” ujar Bambang.

Ditambahkannya, hingga menjelang akhir Ramadan/Mei, penerimaan zakat, infaq dan sedekah sedikit mengalami penurunan, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. “Penurunan penerimaan tidak terlalu signifikan, bukan dikarenakan kinerja menurun tetapi dampak ekonomi masyarakat akibat wabah Covid-19,” jelas Bambang.

Masyarakat, menurutnya, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan zakat, infaq dan sedekah. “Bahkan ada tren baru, banyak masyarakat yang berzakat tidak hanya dalam bentuk uang tetapi juga donasi barang, misalnya BAZNAS Kota Yogyakarta yang menerima donasi telur ayam lebih dari 40 ribu butir,” urai Bambang.

Senada dengan Ketua BAZNAS DIY, Sekretaris FOZ DIY, M. Mabaul Ulum, mengatakan bahwa dengan terbitnya Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 tahun 2020, LAZ yang tergabung dalam FOZ DIY sangat terfasilitasi. “Edaran itu menjadi acuan sekaligus pedoman dalam pengelolaan zakat, infaq dan sedekah,” katanya.

“Apalagi edaran tersebut telah diperkuat dalam tataran implementasi, dengan adanya Edaran Kanwil Kemenag DIY dan dipertegas dengan Maklumat Bersama Instansi terkait dan Ulama yang dikeluarkan belum lama ini,” sambung Mabaul Ulum.

Dengan berpedoman edaran tersebut, 35 LAZ  di DIY, secara umum dapat melaksanakan kinerja optimal, meskipun harus menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini.

Kasi Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag DIY, Misbahrudin, menambahkan bahwa kegiatan dan alokasi dana dari BAZNAS dan LAZ se-DIY untuk mendukung program pemerintah dalam rangka pencegahan wabah Covid-19, masih akan terus bertambah.

“Dana 10 miliar lebih ini merupakan alokasi kegiatan sampai bulan Mei 2020, itupun belum semua LAZ melaporkan, masih ada 14 LAZ yang belum menyampaikan laporan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan secara rutin setiap dua bulan sekali diselenggarakan rapat koordinasi untuk mengetahui proges report yang dilakukan OPZ se-DIY, khususnya dalam rangka mendukung program pemerintah pencegahan Covid-19. (bap)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: