kemenag

Inovasi Dalam Melayani Umat

Vayametheva puriso, yava atthassa nippada. Berusahalah terus hingga hasil yang dituju tercapai. (Samyutta Nikaya, Sagathavagga 891)

Setiap umat manusia dalam menjalankan kehidupannya senantiasa berusaha untuk meraih kebahagiaan sebagai tujuan hidupnya. Dengan akal budi yang dimiliki, manusia berusaha untuk mewujudkan tujuannya. Akal budi yang dikembangkan dengan baik akan mendorong manusia untuk mendapatkan berbagai keberhasilan dalam bekerja atau berkarya.

Guru Agung Buddha telah memberikan teladan bagi umat manusia, sebagaimana digambarkan dalam perjalanan beliau hingga menjadi Sammasambuddha. Berawal dari beliau terlahir sebagai Sumedha, yang kemudian dinyatakan sebagai calon Buddha oleh Buddha Dipankara. Semenjak itu, calon Buddha ini terus memupuk sifat-sifat luhur (paramita) dalam banyak kehidupan ulang-Nya. 

Dikisahkan dalam Jataka, beliau banyak sekali melakukan pengorbanan yang luar biasa demi kesejahteraan pihak lain. Motivasi utama yang beliau lakukan adalah menolong makhluk yang menderita sekaligus menyempurnakan kualitas batin-Nya. Setelah rentang masa yang sulit terhitung lamanya, akhirnya, dalam kelahiran terakhir-Nya, beliau berhasil menjadi Sammasambudha.

Berkaca dari teladan Guru Agung Buddha, kita harus memiliki semangat untuk dapat meraih keberhasilan dalam kerja. Satu hal yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri sendiri untuk memiliki budaya kerja yang inovatif dalam menghadapi dan menyelesaikan pekerjaan. Hal itu sangat penting karena kita adalah manusia yang mampu mengelola potensi diri ke arah yang akan dituju.

Sebagai insan religius dan yang berakal budi, kita sebagai ASN Kementerian Agama harus percaya pada kemampuan yang dimiliki dalam menghadapi keadaan yang serba tidak abadi, yang berada di hadapan kita. Kita harus memiliki semangat untuk terus menyempurnakan hasil kerja yang sudah terwujud dan berusaha mengkreasi hal baru yang lebih baik. Semangat kita untuk terus meningkatkan kualitas kerja dalam melayani umat harus senantiasa ditumbuhkembangkan. 

Guru Agung Buddha mengajarkan empat kondisi berguna yang dapat membawa umat manusia pada suatu tujuan yang berada di dalam kemampuannya. Ajaran ini dikenal dengan empat Iddipada sebagaimana tertuang dalam Dhamma Vibhaga, Catukka, yaitu: 

1. Canda (kepuasan dan kegembiraan di dalam mengerjakan hal-hal yang sedang dikerjakan).
2. Viriya (usaha yang bersemangat dalam mengerjakan sesuatu).
3. Citta (memperhatikan dengan sepenuh hati hal-hal yang sedang dikerjakan tanpa membiarkannya begitu saja).
4. Vimamsa (merenungkan dan menyelidiki hal-hal yang sedang dikerjakan).

Pekerjaan yang kita lakukan sesungguhnya menyimpan banyak gagasan atau ide baru yang tidak nampak kasat mata. Hal itu akan tampak apabila kita dapat mengembangkan empat kondisi tersebut dalam melaksanakan tugas dan kewajiban melayani umat. Dimulai dari tumbuhnya rasa puas dan gembira atas kenerja kita, akan menjadikan kita semakin bersemangat dalam bekerja, dan tumbuhnya kesadaran untuk memperhatikan pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati.

Selanjutnya, kita harus melakukan perenungan atau penyelidikan seksama terhadap hal-hal yang kita kerjakan, inilah sebenarnya yang memberi peluang bagi timbulnya inovasi dan kreativitas dalam bentuk gagasan dan ide-ide menarik yang kadang-kadang di luar angan-angan. Semakin luas wawasan perenungan serta penyelidikan kita, maka akan semakin banyak ide dan gagasan yang dapat dijangkau. Pada akhirnya kita sebagai ASN Kementerian Agama akan berkembang maju bersama-sama dalam melayani umat.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Caliadi (Dirjen Bimas Buddha)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: