kemenag

Jalankan Visi Presiden, Wamenag Minta Jajarannya Terus Tingkatkan Layanan KUA

Jalankan Visi Presiden, Wamenag Minta Jajarannya Terus Tingkatkan Layanan KUA

  • Senin, 02 Maret 2020 23:15 WIB

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi bersama jajaran Ditjen Bimas Islam (Foto:Romadanyl)

Jakarta (Wamenag) — Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta jajarannya untuk terus meningkatkan layanan pada Kantor Urusan Agama (KUA). Ini harus dilakukan untuk menjalankan visi Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya reformasi birokrasi, di mana salah satu cirinya adalah kecepatan melayani dan memberikan izin. 

Hal ini disampaikan Wamenag saat menutup Rapat Kerja Nasional Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, di Jakarta. “Kami mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menyatukan visi sebagai ASN yang bertugas melaksanakan fungsi layanan. Kita berharap jajaran Bimas Islam hingga tingkat Kecamatan benar-benar on the track menjalankan visi Presiden,” ujar Wamenag Zainut Tauhid, Senin (02/03) malam. 

KUA menjadi area penting untuk melakukan perbaikan layanan publik, karena menurut Zainut Tauhid, semua fungsi layanan Bimas Islam berada dia sana. “Maka sangat wajar jika wajah Bimas Islam banyak ditentukan oleh sejauh mana peran KUA dalam menjalankan fungsi layanan publik yang prima,” tuturnya. 

Rakernas Ditjen Bimas Islam tahun ini mengusung tema “Pengarusutamaan Gerakan Moderasi Beragama di lndonesia Melalui Pendekatan Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”.

Menurut Zainut Tauhid, tema ini relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Kekuatan Indonesia sebagai negara demokratis dengan penduduk muslim terbesar di dunia terletak pada warisan falsafah para pendiri bangsa. Mereka melandaskan berdirinya negara ini sebagai dar as-salam (negara perdamaian) dan dar al-ahdi wa al-syahadah (negara kesepakatan dan pernjanjian) atau darul mitsaq (negara kesepakatan).

Bersandar falsafah itu, Zainut menambahkan, semua elemen bangsa perlu secara bersama-sama mengawal konsepsi moderasi beragama.

Moderasi dapat diartikan sebagai jalan tengah yang mengedepankan nilai keseimbangan (tawazun), keadilan (adil) serta toleran (tasamuh).

“Maka gerakan moderasi beragama harus terus kita lakukan agar bangsa ini semakin toleran sehingga persatuan makin kuat dan perdamaian makin terjamin,” tandas Wamen.


Sumber : –

Penulis : benny andriyos

Editor : Indah Limy

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: