kemenag

KADIN Siap Andil dalam Pelayanan Jemaah Haji Indonesia

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Kamar Dagang dan Industri  (KADIN) Indonesia menyampaikan kesiapannya untuk andil dalam pelayanan haji Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Umum KADIN Rosan Perkasa Roeslan saat bertemu dengan Menteri Agama Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin no.6, Jakarta. 

“Kami harapkan dukungan Kementerian Agama agar KADIN bisa ikut andil dalam pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, khususnya dalam penyediaan makanan siap saji untuk jamaah,” kata Rosan, Selasa (21/07). 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Bilateral Timur Tengah KADIN Fachri Thalib mengungkapkan pihaknya saat ini tengah mendorong peningkatan eksport dan bisa berpartipasi pada pelayanan haji.

“Kami sudah melakukan pembicaraan kerja sama ini lama, bahkan sudah hampir ke arah tanda tangan. Namun ada anjuran agar kerjasama ini didampingi pemerintah,” kata Fachri.

Fachri menyampaikan saat ini pengusaha KADIN sudah siap dan sanggup memenuhi kebutuhan makanan siap saji bagi jemaah haji. Ia menyebut, apabila kerjasama dapat dilakukan, maka dapat mendorong peningkatan UMKM. Dengan 400 cabang yang tersebar di seluruh daerah kabupaten kota, posisi UMKM akan naik

“Diaspora sudah memakai produk binaan KADIN, sehingga produk-produk UMKM dikenal di penjuru dunia. Harapan ini juga kiranya jemaah haji Indonesia bisa menggunakan produk KADIN,” harap Fachri

Menanggapi permintaan KADIN, Menteri Agama Fachrul Razi, mengatakan pesan Presiden yang melihat penerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Pemerintah tidak akan mengeluarkan anggaran apabila ekonomi tidak jelas,” katanya.

Diakui Menag untuk penyelenggaraan haji sampai saat ini memang belum maksimal. Harapannya sebagai kontingen terbesar akan dapat pelayanan maksimal.

“Kita harus bisa memanfaatkan momen ini, jangan sampai orang lain memanfaatkannya,” kata Menag.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman mengungkapkan hal senada. Untuk kebutuhan bumbu asli Indonesia misalnya, saat ini baru setengah dari kebutuhan yang bisa terpenuhi. “Dari 600 ton, baru 300 ton yang bisa kita penuhi,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan untuk pemenuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi saat ini sebgianbmasih menggunakan bahan baku pangan dari negara lain. Diakui Ramadan, untuk kebutuhan bahan baku pangan, Vietnam, Thailand, Laos memenuhi pasar bahan pokok di Arab Saudi.

“Seperti beras, kita masih menggunakan beras dari Thailand,”tutur Ramadan.

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: