kemenag

Kekuatan Doa di Bulan Istimewa

Syahdan suatu ketika, ulama karismatik asal Watucongol Magelang, Simbah Kyai Nahrowi Dalhar Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo kedatangan tamu. Tamu tadi bercerita jika usaha yang dijalankannya ambruk. “Saya rugi besar, Mbah, bangkrut kuadrat, mohon arahannya,” ungkap sang tamu memelas. “Woconen fatihah satus, shalawat satus (Bacalah fatihah seratus kali, sholawat seratus kali,” tandas Mbah Dalhar sembari melayani banyak tamu di kediamannya waktu itu.

Setahun berselang, sang tamu itu pun kembali mendatangi Simbah Kyai. Kali ini dandanannya parlente, rapi jali dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bahkan, ia membawa begitu rupa buah tangan, juga sayuran segar satu truk untuk para santri Simbah Kyai.

“Pokoknya ini semua buat jenengan, Mbah,” ungkap si tamu. “Nyuwun sewu, jenengan sinten nggih?” tanya sang Kyai.

 

“Saya dulu yang sowan jenengan setahun lalu pas bangkrut, sekarang sudah lancar lagi, Mbah, waktu itu dikasih amalan sama simbah,” ungkap tamu jujur.

“Nyuwun sewu, jenengan ngrasuk agami Islam napa sanes? (Mohon maaf, anda beragama Islam atau bukan?)” tanya Kyai kepada tamunya yang bermata sipit itu. “Sanes (bukan), Mbah…” jawab si tamu.

“Lha terus amaliyah apa yang kamu baca?” tanya Kyai lagi. “Ya itu, Mbah, sesuai wejangan simbah Fatihah satus, Shalawat satus, saya baca tiap hari Fatihah Satus, Shalawat Satus, Fatihah Satus, Shalawat Satus…..”

Kisah ini menggambarkan betapa luas rahmat Allah SWT. Ud’uni astajib-lakum. Berdoalah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan. Demikian firman Allah SWT dalam QS Al Mukmin ayat 60. Tentu menjadi kewajiban kita untuk terus berdoa kepada Allah, tanpa lelah dan jemu. Satu kata kunci, sabar menjadi penenang di saat wujud doa belum terwujud nyata.

Terlebih doa yang dipanjatkan di bulan mulia ini. Ramadan adalah kesempatan emas bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan ibadah yang kita kerjakan, dengan untaian doa penuh harap kita langitkan. Apalagi di saat pandemi Covid-19 ini, doa untuk keselamatan bangsa dan negara menjadi tujuan kita semua.

Doa adalah ikhtiar batin berdimensi ukhrawi untuk mengatasi problematika hidup di dunia ini. Jangan sampai kita putus asa dari rahmat Allah SWT. Mumpung kita saat ini berada di bulan penuh kemuliaan, Ramadan, yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Semoga kita senantiasa dalam lindungan rahmat Allah SWT. Mendapatkan keberkahan bulan Ramadan dan dikabulkan segala hajat-doa kita, terutama untuk Indonesia tercinta.

 

Bramma Aji Putra, Pranata Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY

 

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: