kemenag Zakat dan Wakaf

Kemenag Beri Penghargaan Organisasi Pengelola Zakat Berprestasi di Yogya

Yogyakarta (ikhlasberamalnews) — Kementerian Agama beri penghargaan kepada Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) berprestasi di Yogyakarta. Penghargaan ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin, Rabu (27/02).  Kegiatan ini merupakan rangkaian Bimtek OPZ dengan tema “Bersama Umat dan Moderasi Agama Kita Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional Berbasis Integrasi Data”.

Dalam acara yang dihelat Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Kantor Wilayah Kemenag DI Yogyakarta ini, Muhammadiyah Amin menyampaikan transparansi menjadi kunci keberhasilan OPZ dalam mengelola zakat dan wakaf.

“Jika selama ini pungutan zakat masih di bawah potensi, berarti masyarakat masih belum percaya sepenuhnya kepada lembaga zakat,” tandas Muhammadiyah Amin.

Untuk itu menurutnya menjadi tugas bersama untuk menumbuhkan kepercayaan tersebut. Ia juga menjelaskan, Kementerian Agama memiliki kewenangan untuk mengatur regulasi, sosialisasi, edukasi dan pengawasan kepada OPZ.

“Kemenag juga memberi contoh mengelola zakat. Makanya setiap ASN Kemenag sudah dipotong zakat 2,5 persen dari gajinya,” imbuh Dirjen.

Selain Muhammadiyah Amin, hadir  dalam kegiatan ini Plt. Kakanwil Edhi Gunawan, Kabid Penais Zawa Muklas, jajaran Kasi Bidang Penais Zawa dan puluhan peserta bimtek.

Sementara, Plt Kakanwil Edhi Gunawan mengatakan di DIY terdapat 47 OPZ. “Rinciannya satu BAZNAS DIY dan lima BAZNAS Kabupaten/Kota ditambah 41 Lembaga Amil Zakat (LAZ),” tandasnya.

Dari 41 LAZ baru tujuh  LAZ sudah berizin dan delapan LAZ proses pengurusan izin. “Sisanya kita harapkan tahun ini sudah mengurus izin,” kata Edhi.

Sementara berdasarkan laporan yang masuk hingga Rabu (27/2), jumlah zakat, infaq, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL) yang terkumpul tahun 2018 capai Rp.87.364.576.964.

“Rinciannya zakat mall Rp.28.620.486.629 (34%), zakat fitrah Rp.2.101.478.107 (3%), infaq/sedekah Rp.47.006.278.902 (54%), DSKL Rp.7.893.103.513 (9%), dan Jasa Giro Rp.35.855.234,” urai Edhi seraya menyebut potensi ZIS dan DSKL di Yogyakarta dalam satu tahun kurang lebih Rp 150 milyar

Adapun penghargaan yang diberikan sebagai berikut:

1. BAZNAS, Kategori pungutan zakat infaq sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL) terbanyak:
a. BAZNAS Kota Yogyakarta, jumlah pungutan Rp.5.351.692.039
b. BAZNAS Kabupaten Kulonprogo, jumlah pungutan Rp.4.200.601.996
c. BAZNAS Kabupaten Sleman, jumlah pungutan Rp.4.135.272.991

2. LAZ, Kategori pungutan zakat infaq sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL) terbanyak:
a. LAZIS MU Perwakilan DIY, jumlah pungutan Rp.10.054.902.783
b. LAZ Rumah Zakat Perwakilan DIY, jumlah pungutan Rp.9.383.314.328
c. LAZIZ NU Perwakilan DIY, jumlah pungutan Rp.7.466.350.148

3. BAZNAS, Kategori akreditasi hasil pendampingan syariah nilai tertinggi:
a. BAZNAS Kota Yogyakarta, akreditasi “A” nilai 98,87
b. BAZNAS Kulonprogo, akreditasi “A” nilai 93,8
c. BAZNAS Sleman, akreditasi “A” nilai 91,16
d. BAZNAS DIY, akreditasi “A” nilai 91,16

4. LAZ, Kategori akreditasi hasil pendampingan syariah nilai tertinggi:
a. LAZ INISIATIF ZAKAT INDONESIA Perwakilan DIY, akreditasi “A” nilai 97,56
b. LAZ DOMPET DHUAFA Perwakilan DIY, akreditasi “A” nilai 95,30
c. LAZIS NU Perwakilan DIY, akreditasi “A” nilai 94,55

5. LAZ, Kategori sudah mendapat izin Kementerian Agama:
a. LAZ Inisiatif Zakat Indonesia Perwakilan DIY
b. LAZ Forum Komunikasi Aktivis Masjid Skala DIY
c. LAZ Rumah Zakat Perwakilan DIY
d. LAZ Baitul Mall Hidayatullah (BMH) Perwakilan DIY
e. LAZ Dompet Dhuafa Perwakilan DIY
f. LAZIS NU Perwakilan DIY
g. LAZ Rumah Yatim Arrohman Perwakilan DIY

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

smallseotools.com

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: