kemenag

Kemenag: Pancasila, Rumah Bersama Umat Beragama

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Kementerian Agama menyampaikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan “Rumah Bersama” bagi umat beragama. Pernyataan ini disampaikan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag Nifasri saat menjadi pembicara dalam webinar kebangsaan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020. 

Nifasri menyampaikan, dengan pemahaman bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila, maka semua agama akan menjalankan dua visinya secara bersamaan, yaitu berketuhanan dan berkebangsaan. 

“Artinya, semua umat beragama akan menjalankan praktik sosial- keagamaannya dalam visi kebangsaan. Jadi, Pancasila adalah “Rumah Bersama”  atau “Rumah Besar” bagi umat beragama,” jelas Nifasri, Senin (01/06). 

Nifasri berharap dengan pemahaman ini, hendaknya setiap umat beragama memiliki kesadaran dan kewajiban untuk bersama-sama merawat dan menjaga “rumah” tersebut. Masing-masing umat beragama memiliki “kamar” dalam rumah itu. 

Kegiatan webinar yang dinisiasi oleh Kesbangpolda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara ini mengangkat tema Pancasila dalam Tindakan Melalui Goting Royong Menuju Indonesia Maju Sulut Hebat. Webinar yang berlangsung selama 90 menit ini diikuti oleh sekitar 350 peserta. 

Selain Nifasri turut menjadi narasumber Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK I Nyoman Shuida, Deputi Bidang Hubungan antar lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan pada BPIP F.X. Adji Samekto, dan Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Dalam kesempatan tersebut, Nifasri menuturkan Pancasila sangat ideal dan paripurna bagi bangsa Indonesia amat beragam. “Keberadaan Pancasila bisa mengakomodir dan memberikan nilai pentingnya keragaman di Indonesia. Keragaman agama, keragaman budaya, keragamaan suku bangsa  haruslah  disikapi secara terbuka, saling toleran dan menjaga kerukunan,” kata Nifasri. 

“Dengan prinsip ini, agama menjadi garda terdepan untuk melahirkan manusia yang berakhlak dan bermoral. Secara tegas, hal serupa juga telah ada dalam bunyi sila Pancasila untuk membentuk manusia yang adil dan beradab,” ujarnya. 

“Peran dan tauladan dari tokoh-tokoh agama sangat penting dalam mewujudkan keadaban manusia tersebut. Begitu juga dengan prinsip kebangsaan, yang bisa menjadi kiblat bagi cita-cita perdamaian agama-agama di dunia. Bahkan, Indonesia dapat menjadi kiblat moderasi dan kerukunan umat Bergama di dunia. 

Ditambahkan Nifasri,  prinsip lain yang ada dalam Pancasila adalah permusyawaratan dan keadilan sosial. Melalui prinsip ini, tidak ada minoritas dan mayoritas, saling mengkafirkan, namun yang ada adalah sama-sama atau setara sebagai “rakyat” (dari kata ra’iyah, artinya saling memelihara). PKUB pun telah menjadi mediator dalam berbagai permasalahan terkait isu-isu kerukunan antar dan inter umat beragama (misalnya tentang pendirian rumah ibadah).

“Prinsip Keadilan Sosial. Agama memiliki peran sangat peting dalam menjabarkan keadilan sosial secara lebih luas. Agama, sebagai elemen ketundukan dan kepatuhan serta keimanan kepada Tuhan, senantiasa mengajarkan olah rasa agar sensitif berbuat adil kepada sesama dengan melakukan kegiatan sosial,” tandas Nifasri. 

Selain itu, Nifasri mengatakan melalui 34 Ketua FKUB Provinsi seluruh Indonesia, PKUB juga menyalurkan bantuan sembako bagi mereka yang terdampak covid-19 khususnya petugas/marbot di Masjid, Kostor di gereja dan petugas rumah ibadat lainnya. 

Djelaskannya tokoh agama merupakan ujung tombak dalam melaksanakan Pancasila bersama pemerintah dan masyarakat. Apalagi disaat pandemic covid-19, pemerintah tidak akan mampu sendiri mengatasinya. 

“Pemerintah dan pemerintah daerah membutuhkan kerjasama dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam penanganan dampak covid-19 termasuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah yang kedepan kita akan memasuki era baru dengan harapan masyarakat kreatif dan aman dari covid,” tutup Nifasri.

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: