kemenag

Keragaman Dalam Bhineka Tunggal Ika

Om Swastyastu. Rahayu sagung dumadi. Om Awignam Astu Namo Sidham. Om Sidhir Astu Tat Astu Svaha. Loka Samesta Sukino Bhawantu.

Semoga senantiasa semua makhluk berbahagia di bumi ini dilindungi oleh Hyang Widhi.

Umat Hindu yang berbahagia. Kita telah diwariskan nenek moyang dengan berbagai budaya yang adi luhur. Budaya itu melekat pada diri dan mendarah daging pada benak kita masing-masing ketika Majapahit menguasai dan mempersatukan Nusantara.

Ketika itu, pada abad 14, dalam kekawin Sutasoma karya Mpu Tantura termaktub pesan “Bhineka Tunggal Ika” Tan Hana Dharma Mangruwang. Artinya, berbeda-beda itu, tetapi satu juga itu.

Hingga sekarang, pesan ini tetap menjadi semboyan dan pemersatu bangsa. Bahkan, dalam lambang Burung Garuda yang gagah perkasa, sebagai kendaraan Dewa Wisnu, kakinya mencengkeram sastra Bhineka Tunggal Ika.

Untuk memperdalam sastra ini kami rangkai dalam bentuk “Tembang Pangkur” sebagai berikut: 1) Negara Indonesia; 2) Kang Bhineka Tunggal Ika Utami; 3) Beda sehat ras dan suku; 4) Basa miwah agama; 5) Gesang ipun Tansah junjung guyup rukun; 6) Rukun Agawe Santosa; 7) Dadya Kuncaraning Nagri.

Negara Indonesia, terdiri dari beribu-ribu pulau dan provinsi, dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai macam perbedaaan.

Kang Bhineka Tunggal Ika Utami. Tetap menjunjung tinggi nilai perbedaan yang menjadi semboyan yang adi luhung sebagai filsafat hidup sehari-hari, pada hakekatnya hidup yang Tat Twam Asi

Beda Sehat Ras dan Suku. Nusantara yang besar dan kuat terdiri dari berbagai adat budaya dan ras serta berpuluh-puluh suku. Ada Jawa, Sumatra, dan lainnya. Tetapi semua itu tetap bersatu padu membangun nagri

Basa Miwah Agama. Kita sedikit mempunyai banyak bahasa serta banyak agama dan kepercayaan. Namun, hal ini tetap hidup rukun, saling berdampingan.

Gesangipun Tansah Junjung Guyup Rukun. Kehidupan yang selalu menjunjung tinggi gotong royong, saling toleransi, bersama, dan selalu berprinsip “ Memayu Hayuning Bawana” yaitu mengedepankan rasa peduli pada prinsip “Tri Hita Karana” untuk keharmonisan.

Rukun Agawe Santosa. Hidup yang rukun akan mewujudkan negara ini menjadi kuat dan maju.

Dadya Kuncaraning Nagri. Sehingga, diakui di seluruh dunia sebagai bangsa yang damai sejahtera, Toto Titi Tentrem Kerta Raharjo, dan dikagumi sampai mancanegara sebagai bangsa yang damai dan santun.

Jenang juruh rasane legi. Apuranto nyuwun pangaksami. Om Shanti Shanti Shanti Om

Sugeng Sapta Wahyasa (Rohaniwan Hindu)

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: