kemenag

Kesamaan dalam Perbedaaan Menuju Masyarakat Santhi

Para saudara Bhakta se Dharma yang berbahagia. Dalam hidup ini, perbedaan itu seperti bunga-bunga di sebuah taman. Perbedaan adalah sesuatu yang sangat indah dan tidak dapat kita hindari. 

Dikisahkan, ada seorang ibu yang melahirkan dua bayi kembar. Wajah kedua bayi itu sangat mirip. Saking miripnya, orang yang melihat tidak dapat membedakan keduanya.

Para Bhakta se dharma, walaupun kedua bayi itu sangat mirip,  namun perbedaan di dunia ini adalah suatu hukum yang mutlak adanya. Warna kulit, bentuk rambut dan perilaku kita tentu tidak akan sama dengan orang lain. Rwabineda perbedaan itu mutlak adanya.  Ada Hitam-Ada Putih, Ada Suka Ada Duka, Ada Susah Ada Senang dan sebagainya. 

Lebih jauh dalam kehidupan kita bermasyarakat, kita memiliki agama, suku, bahasa atau perilaku yang berbeda. Namun, jadikanlah perbedaan tersebut sebagai dasar kita untuk saling menghormati dan menyayangi seluruh mahluk di dunia ini.

Mengapa demikian? Karena dalam Perbedaan-perbedaan itu ada satu kesamaan. Hindu mengajarkan tentang dasar toleransi maha mulia yaitu “Tat Twam Asi”. Tat ~ Itu, Twam~ Engkau, Asi ~ Adalah. Secara harfiah dapat diartikan bahwa “ Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku”. 

Bahwa hidup segala mahluk adalah sama. Memberi bantuan pada orang lain berarti juga membantu diri sendiri. Demikian juga sebaliknya menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri.  Konsep kesadaran sosial seperti ini dilandasi oleh filsafat bahwa jiwa (atma) yang berada dalam tubuh ini adalah sama dengan jiwa yang berada dalam tubuh orang lain. 

Lebih lanjut, dalam Aiteria Upanisad 2.8 dijelaskan bahwa : Brahman Atman Aikyam ( Atman (Jiwa) dan Brahman (Tuhan) adalah Tunggal. Dari hal itu jelas bahwa di dalam diri saya dan di dalam diri anda adalah sama bersemayam Jiwa (Atman) yang sama dengan Tuhan itu sendiri.

Ajaran Tat Twam Asi memberikan kita tiga hal yaitu:

Pertama, Cinta Kasih

Ketika kita memahami dan sadar bahwa di dalam tubuh kita dan seseorang bersemayam Tuhan sebagai Atman, maka itu akan menumbuhkan rasa cinta kasih, saling menghormati dan menyayangi dalam jiwa kita. Tidak mungkin kan kita menyakiti Tuhan? 

Begitu pula ketika kita menyadari bahwa di dalam diri kita bersemayam Tuhan maka kita akan menjaga tubuh ini dan menyucikannya secara lahir dan bathin. Ketika kita tidak menjaga tubuh ini maka Tuhan tidak akan betah di dalamnya. 

Kedua, Bhakti

Dengan kesadaran bahwa ketika menghormati orang lain adalah sama halnya dengan menghormati diri kita, maka itu akan menumbuhkan rasa bhakti kita untuk selalu melayani orang lain.

Ketiga, Yajna

Dengan kesadaran bahwa di dalam diri kita terdapat atman yang sama dengan Tuhan, maka kita akan mempersembahkan apa yang kita miliki secara tulus iklas kepada Tuhan.

Para Bhakta yang berbahagia. Demikianlah kemuliaan ajaran Tat Twam Asi dalam agama Hindu. Semakin banyak orang yang memahami dan menyadari bahwa di dalam diri kita ada kesamaan maka akan terwujud masyarakat yang Santhi (Damai) dan harmonis.

Om Santhi Santhi Santhi Om

 

Paryanto, S.Ag (Ditjen Bimas Hindu)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: