kemenag

Lakukan Kewajibanmu

Umat Katolik di seluruh Indonesia. Mimbar Minggu (18/10) ini mambahas teks Injil, Mat 22: 15-21. Dalam teks tersebut, kita melihat bagaimana luar biasanya Yesus menanggapi kecurangan orang-orang Farisi yang ingin menjerat-Nya dengan pertanyaan, yang di dalamnya mengandung ancaman.

Dilematis. Jika menjawab harus membayar pajak kepada Pemerintah penjajah Romawi, Dia dinilai tidak nasionalis. Jika dijawab tidak usah membayar pajak kepada Pemerintah Romawi, Dia akan dituduh melawan Pemerintah yang sah. Bisa diadukan, ditangkap, dipenjara, bisa jadi dapat dijatuhi hukuman mati.

Jawaban Yesus luar biasa. Sangat cerdas. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”.

Apa yang menjadi kewajiban kita kepada Kaisar, dan apa yang menjadi kewajiban kita kepada Allah?

Kehidupan kita tidak lagi seperti kehidupan masa lalu. Kita hidup dalam masyarakat modern di bawah pemerintahan zaman republik, di bawah aturan negara. Apa hubungannya dengan kewajiban kepada Allah? Allah yang kita pahami adalah Allah sesuai dengan ajaran iman Katolik yang sangat menghormati hukum negara yang sah sekaligus mengatur hidup manusia dengan berbagai aturan Gereja.

Kedua ketentuan itu bukan suatu yang terpisah satu sama lain. Tetapi juga bukan sesuatu yang diterima begitu saja sebagai sesuatu yang dengan pasif dibebankan kepada kita dari luar diri kita. Sebagai manusia dengan akal budi, kebebasan, dan tanggung jawab, kita harus kritis. Kita berusaha terus mencari kebenaran dalam pribadi Yesus.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bersembunyi di balik aturan atau hukum, entah hukum negara atau hukum agama, karena keluar dari pribadi Yesus. Berbeda dengan implikasi yang kita lakukan jika kita terus berpegang pada Yesus.

Yesus mencintai hukum Allah tanpa mengabaikan hukum Pemerintah yang sah. Kita wajib kritis terhadap semua hal dengan mengikuti Yesus, bukan hanya mengkritisi aturan dan hukum yang datang dari luar diri kita, juga perlu mengkritisi motif-motif yang mendorong sikap hidup dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari. Dengan demikian kita dapat mempertanggungjawabkan dan mempersembahkan hidup kita di hadapan Tuhan yang Maha Tahu.

Semoga sabda Tuhan dapat menuntun kita untuk menjalani hidup dengan jujur.

 

Drs. Hari, M.Hum (Ditjen Bimas Katolik)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: