kemenag

Mahasiswa Doktoral UII Teliti Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan implementasi Lima Nilai Budaya Kerja (NBK) sejak tahun 2015 sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi dan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi. Kelima nilai tersebut adalah integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.  

Penerapan lima nilai budaya kerja ini menarik perhatian Moehammad Reza Arfiansyah, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Islam Indonesia (UII). Tidak tanggung-tanggung, Reza menjadikan kajiannya ini sebagai riset disertasi dengan judul “Implementasi Perilaku Kerja Berbasis Nilai Budaya Kerja (NBK) pada Kementerian Agama Republik Indonesia: Analisis dengan Pendekatan Modifikasi Theory of Planned Behaviour (TPB)”.

Hasil penelitian disertasi ini berhasil dipertahankan dalam Promosi Doktor dan Ujian Terbuka yang dilakukan secara daring, Senin, 27 Juli 2020. Reza memaparkan temuan penelitiannya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, MIS. (Promotor), Prof. Dr. Sri Indrastuti, M.M. (Co-Promotor 1), Dr. Zainal Mustafa EQ, M.M. (Co-Promotor 2), Prof. Dr. H. Siswoyo Haryono, M.M., M.Pd., Prof. Dr. Muafi, M.Si., Drs. John Suprihanto, MIM., Ph.D., dan Ketua Sidang Prof. Dr. Jaka Sriyana, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII).

Dengan menggunakan analisis Theory of Planned Behaviour (TPB) yang dimodifikasi, Reza mengatakan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan memprediksi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi niat kepatuhan ASN di Kemenag dalam menerapkan perilaku kerja berbasis NBK. Sampel penelitian ini adalah para pejabat eselon III di 34 Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.

Menurut temuan Reza, ada tiga variabel yang mempengaruhi perilaku kerja berbasis NBK di Kemenag, yaitu budaya organisasi, peer reference, dan spiritualitas. Namun, ketiga variabel tersebut hanya dapat mempengaruhi perilaku kerja berbasis NBK jika dimediasi oleh niat kepatuhan (compliance intentions). Tanpa adanya niat kepatuhan, maka ketiganya tidak akan mempengaruhi perilaku kerja. Artinya, niat kepatuhan merupakan prediktor utama perilaku kerja. Dari ketiga variabel tersebut, spiritualitas merupakan faktor yang paling kuat mempengaruhi niat kepatuhan. 

“Dengan demikian, untuk mengoptimalkan perilaku kerja berbasis NBK adalah dengan cara meningkatkan dan menguatkan spiritualitas dan niat kepatuhan ASN di Kemenag,” tegas Reza.

Lebih lanjut, konsultan dan pemilik lembaga 26Red Coaching & Consulting ini mengenalkan model Human REALsource (HRs) sebagai perspektif baru untuk menguatkan spiritualitas dan niat. Perilaku kerja berbasis NBK dapat dipertahankan secara konsisten dan kontinyu melalui management by heart yang fokus pada pemberdayaan Human REALsource (HRs). Management by heart adalah praktik manajemen yang dilaksanakan dengan hati menggunakan value HRs dengan melibatkan peran Tuhan dalam semua aspek manajerial.

Temuan penelitian ini mendapatkan apresiasi dan pujian dari tim penguji karena keunikannya dan kebaruannya. Dalam berita acara yang dibacakan ketua sidang, disertasi ini mendapatkan nilai “A”. Promovendus, Moehammad Reza Arfiansyah, S.Sos., M.M., CPC., dinyatakan lulus sebagai Doktor ke-180 Universitas Islam Indonesia dan Doktor Ilmu Ekonomi ke-63 Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII. 

Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Dr. H. Saefudin, M.Ed., yang mengikuti pelaksanaan ujian terbuka secara daring turut menyampaikan selamat dan memberikan apresiasinya atas temuan penelitian ini. Ia berharap temuan ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan perilaku kerja berbasis NBK di Kemenag. (MA)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: