kemenag

Mari Berdoa bagi Bangsa Ini

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)

Yeremia adalah salah satu nabi Perjanjian Lama yang bernubuat di Yehuda. Ia menyampaikan nasehat kepada umat untuk beribadah kepada Tuhan Allah Israel (lih. Yeremia 7-10). Juga meminta umat untuk tidak mempercayai para nabi palsu yang menyampaikan nubuatan-nubuatan yang menyesatkan pada saat itu. 

Sejarah mencatat pelayanan Yeremia sebagai nabi dalam tiga periode penting. Pertama, ketika Yosua menjadi raja Yehuda. Kedua pada masa pemerintahan raja Yoyakim. Ketiga, masa pembuangan di Babel. Pada masa itu, umat Israel sangat menderita karena mereka tidak diperkenankan beribadah kepada Tuhan.

Ada pertanyaan penting, mengapa Tuhan memakai Yeremia untuk menyampaikan maksud dan kehendakNya pada saat umat itu menderita? 

I. Tuhan ingin agar umat yang menderita di suatu tempat harus mampu mengusahakan kesejahteraan bersama, di tempat di mana ia tinggal dan hidup sebagai orang yang terbelenggu. Tentu tidak menyenangkan dalam keadaan seperti itu, yaitu orang terkungkung atau terkurung seperti saat ini yang kita alami; adalah tidak bijaksana jika umat dan kita semua tidak mampu menunjukkan kehidupan yang berkenan kepada Allah. 

Suasana yang tidak menyenangkan itu, tidak kemudian menjadi alasan untuk tidak hidup dalam damai sejahtera. Artinya, baik dalam keadaan yang bebas atau tidak terbelenggu ataupun dalam keadaan terkungkung sekalipun, umat harus hidup dalam keadaan damai sejahtera atau Shalom Allah. Umat atau orang percaya tidak bisa mengubah kasih setianya pada Tuhan hanya karena suatu keadaan yang tidak menyenangkan. 

Ini adalah prinsip hidup yang harus nyata bagi setiap orang. Itulah sebabnya kebenaran firman Tuhan harus menjadi perenungan bagi kita semua. Saya mengulangi lagi Yer 29:7a yaitu: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, ….”. 

II. Umat Tuhan atau Orang Percaya harus tetap mendoakan tempat atau wilayah di mana ia tinggal. Kitab Yeremia pada bagian ini, sesungguhnya memerintahkan kita semua untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan, khususnya bagi kesejahteraan di mana umat itu tinggal. Dalam perspektif umum, doa adalah cara pribadi kita mengungkapkan keinginan hati kepada Tuhan. 

Kejadian 18:16-33 adalah bagian Alkitab yang menggambarkan bagaimana yaitu Abraham berdoa bagi kota Sodom yang akan dihancurkan Tuhan karena dosa-dosanya. Abraham terus berdoa untuk keselamatan kota itu. Mengapa? Sesungguhnya karena ada saudaranya yaitu Lot. Berdoa bagi Sodom berarti Abraham peduli dengan keselamatan kota itu dan saudaranya. 

Bagian ini, juga mau mengajarkan kepada kita, bagaimana kita mendoakan kota dan bangsa di mana kita berdiam atau tinggal. Artinya, kita telah menunjukan posisi kita sebagai umat yang mengasihi Allah dan sesama. Nabi Yeremia mengajak umat pada masa itu terutama pada masa pembuangan untuk bersyafaat bagi kesejahteraan kota di mana mereka tinggal. Sebab, kesejahteraan kota itu akan menjadi bagian kehidupan warganya. 

Dalam konteks masa kini, Orang Kristen diharapkan untuk memiliki beban yang sama dengan apa yang disampaikan Yeremia, yaitu mendoakan kota di mana ia tinggal. 

Pada bagian penutup refleksi ini, saya ingin mengajak kita semua untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi dengan semua bagian belahan dunia. Ada pandemi Covid-19 yang tentunya menciptakan suasana yang mencekam sehingga membuat kita semua tidak lagi tenang. Dalam keadaan itu, Firman Tuhan memberikan kekuatan bagi setiap orang percaya, yaitu dalam keadaan yang tidak menentu ini, orang percaya diminta untuk tetap “mengusahakan kesejahteraan atau kedamaian” bagi dirinya dan lingkungan disekitarnya. Artinya ia harus menjadi pelaku damai sejahtera dan tidak sebaliknya. 

Demikian juga dengan perintah “berdoa”. Ini memberi sebuah cara ketergantungan kepada Tuhan harus tetap menjadi nyata dalam diri setiap orang percaya mengusahakan kesejahteraan atau kedamaian. Dan berdoa, adalah langkah dan cara yang tepat dalam menyikapi keadaan bangsa ini. Saatnya bagi setiap orang percaya untuk berdoa bagi bangsa ini. Tuhan tetap menjaga dan memberkati bangsa Indonesia…Shalom

Thomas Pentury (Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: