kemenag

Menag Bahas Moderasi Beragama Dalam Diskusi Pancasila di Lemhanas

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menghadiri sekaligus menjadi panelis dalam Diskusi Panel Pancasila di Lemhanas RI. Diskusi Panel Pancasila ini mengusung tema “Implementasi Nilai – Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Indonesia Menghadapi Fundamentalisme Agama”. 

Hadir mendampingi Menag, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Diskusi yang mengupas secara mendalam implementasi nilai nilai Pancasila itu digelar di Ruang NKRI Gedung Pancasila Lt.3 Barat Lemhanas RI Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (06/03). 

Selain Menag, hadir juga sebagai panelis dalam diskusi, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, dengan moderator Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kemsetneg RI, Mayjen TNI Achmad Yuliarto. Gelaran diskusi ini diikuti puluhan peserta program pendidikan reguler angkatan 60 Lemhanas. 

Menag Fachrul Razi mengatakan kehidupan beragama yang diharapkan adalah kehidupan beragama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, antara lain: kehidupan beragama yang menghargai kesepakatan dan musyawarah bukan yang hanya mau menang sendiri. “Kehidupan bergama yang memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia apa pun agama dan aliran agamanya. Kehidupan bergama yang dapat mempersatukan Indonesia bukan memecah belah,” kata Menag Fachrul Razi. 

Menurut Menag, nilai-nilai Pancasila sejalan dengan ajaran agama, antara lain: saling menghargai kesepakatan dan musyawarah bukan hanya mau menang sendiri. Kehidupan bergama yang memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, apa pun agama dan aliran agamanya. Kehidupan Bergama yang dapat mempersatukan Indonesia bukan memecah belah. 

Menag menegaskan kehidupan bergama yang sesuai dengan nilai nilai Pancasila itu mustahil dapat dicapai bila umat beragama kukuh tidak menghargai umat beragama yang berbeda. “Untuk itu diperlukan sikap beragama yang moderat seperti yang dipesankan Bapak Presiden Joko Widodo pada pembukaan kongres HMI di Ambon yang menekankan arti penting cara pandang dan sikap bergama yang moderat,” kata Menag. 

“Hal ini penting bagi modal pembangunan nasional. Karakter dan kepribadian umat bergama yang moderat akan menciptakan suasana sosial yang aman dan damai,” sambungnya. 

Untuk memoderatkan kehidupan bergama itu diperlukan moderasi bergama yang mengedepankan keseimbangan, jalan tengah atau jalan terbaik bagi semua orang untuk tetap pada ajaran agamanya. “Yang dimoderatkan itu bukan agamanya melainkan cara bergama di tengah umat berbagai agama yang ada,” tandas Menag.
 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: