kemenag

Menag Doakan Kemajuan Indonesia dalam Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional

Jakarta (ikhlasberamalnews) – Menteri Agama Fachrul Razi didaulat membacakan doa pada acara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (08/11).

Anugerah diberikan kepada enam orang tokoh yang semasa hidupnya dianggap berjasa dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ya Allah yang Maha Kuasa.. Bagi kami yang telah diberi kenikmatan kemerdekaan atas jasa-jasa mereka, teguhkan dan kokohkan niat kami untuk mengisi kemerdekaan ini dengan penuh rasa tanggungjawab. Agar pengorbanan para pahlawan itu tidak menjadi sia-sia. Agar kami dan anak cucu kami, serta generasi mendatang dapat hidup lebih baik di tengah-tengah persahabatan, namun juga persaingan antarbangsa-bangsa di dunia,” demikian penggalan doa yang dipanjatkan Menag Fachrul penuh khidmat.

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana. Kemajuan membutuhkan persatuan. Karenanya, jadikanlah kami bangsa yang bersatu, meskipun kami banyak perbedaan. Kemajuan membutuhkan ilmu pengetahuan. Karenanya, jadikan kami generasi yang haus akan ilmu agar kami dapat menjangkau dunia. Dan utamanya, kemajuan sangat membutuhkan keimanan dan ketakwaan. Karenanya, bimbinglah kami untuk menjadi manusia manusia yagn selalu beriman dan bertakwa kepada-Mu,” lanjut Menag Fachrul.

Pemberian gelar tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang mengatur kriteria pemberian tanda kehormatan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 120/TK/Tahun 2019 yang ditandatangani pada 7 November 2019 Presiden Jokowi menetapkan nama-nama di bawah ini sebagai Pahlawan Nasional:

1. Almarhumah Ruhana Kuddus, tokoh dari Provinsi Sumatera Barat;

2. Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko), tokoh dari Provinsi Sulawesi Tenggara;

3. Almarhum Prof. Dr. M. Sardjito, M.D., M.P.H., tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta;

4. Almarhum Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta;

5. Almarhum Dr.(H.C.) A.A. Maramis, tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara;

6. Almarhum K.H. Masjkur, tokoh dari Provinsi Jawa Timur.

Penganugerahan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 8 November 2019, tersebut dihadiri oleh para ahli waris dari keenam tokoh tersebut.

Berikut doa yang dibacakan Menag Fachrul Razi pada Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Tahun 2019:

Assalamualaikum wr wb.,

Salam sejahtera bagi kita semua

Perkenankan saya membawakan doa ini secara Agama Islam, yang beragama lain, mohon dengan hormat berkenan untuk menyesuaikan.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Arrahmanirrahim, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

Wa laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.

Allhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kama shallaita ‘alaa Ibrahim, wa ‘alaa ‘aali Ibrahim, fil ‘alamiina innaka hamidum madjiid.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

Pada siang yang baik ini, kami berdiri dengan khidmat untuk menghargai, menghormati, dan mengenang jasa para pahlawan kami.

Kami dapat kibarkan Bendera Merah Putih di seluruh persada Indonesia, atas jasa dan pengorbanan mereka, atas nyawa mereka, serta atas air mata, keikhlasan dan kebanggaan keluarga mereka yang ditinggalkan.

Ya Allah..

Pada kesempatan yang berbahagia ini kami menganugerahkan gelar pahlawan kepada sebagian diantara mereka, karena hanya itu yang dapat kami lakukan sebagai wujud hormat dan bangga kami pada para pahlawan itu.

Mereka telah berjuang dengan tulus bagi ibu pertiwi, tanpa peduli dengan tetesan darah dan kehilangan nyawanya.

Karenanya Ya Allah, terimalah dharma bakti para syuhada syuhada pahlawan bangsa itu. Berilah mereka sebaik-baiknya tempat di sisi-Mu, karena mereka memang pantas untuk mendapatkannya.

Ya Allah yang Maha Kuasa..

Bagi kami yang telah diberi kenikmatan kemerdekaan atas jasa-jasa mereka, teguhkan dan kokohkan niat kami untuk mengisi kemerdekaan ini dengan penuh rasa tanggungjawab. Agar pengorbanan para pahlawan itu tidak menjadi sia-sia. Agar kami dan anak cucu kami, serta generasi mendatang dapat hidup lebih baik di tengah-tengah persahabatan, namun juga persaingan antar bangsa-bangsa di dunia.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana..

Kemajuan membutuhkan persatuan, karenanya jadikanlah kami bangsa yang bersatu, meskipun kami banyak perbedaan.

Kemajuan membutuhkan ilmu pengetahuan, karenanya jadikan kami generasi yang haus akan ilmu agar kami dapat menjangkau dunia.

Dan utamanya, kemajuan sangat membutuhkan keimanan dan ketakwaan, karenanya bimbinglah kami untuk menjadi manusia manusia yang selalu beriman dan bertakwa kepada-Mu.

Jangan beri cobaan kepada kami yang kami tidak bisa memikulnya.

Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul ‘aliim

Wa tub ‘alaina innaka antat tawaburrahim

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar

Subhana rabbika rabbil izzati ‘amma yashifun

Wa salamun ‘alal mursalin

Wal hamdulillahi rabbil ‘alamin

Wassalamua’alaikum wr wb.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: