kemenag

Menag Harap Lembaga Pendidikan Ajarkan Islam yang Toleran

Caringin (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama Fachrul Razi berharap lembaga pendidikan dapat mengajarkan Islam yang toleran kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Menag saat meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam (STIPI) Al-Maghfirah dan menyerahkan SK pendirian Madrasah Aliyah MilBos, di Caringin, Kabupaten Bogor.  

“Dekati masyarakat dan ajarkan islam dengan baik,” pesan Menag, Senin (30/11).

“Mengutip nama lembaga ini, yaitu Al-Maghfirah, maka ajarkan lah masyarakat sebagai umat yang saling maaf memaafkan, yang tidak saling  mendendam. Ajarkan indahnya Islam. Karena Islam adalah agama yang luar biasa dan menjalankan toleransi,” imbuhnya. 

Dalam peresmian yang juga dihadiri Staf Khusus Menag Kevin Haikal, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Adib, dan Sesmen Thobib Al-Asyar ini, Menag juga berpesan dua hal lain yang harus dilakukan lembaga pendidikan islam. 

Pertama, rumuskan dengan  baik  pendidikan yang dikelola oleh yayasan ini. “Sejauh apa kita bisa merumuskan pendidikan yang akan kita kelola, sejauh itu pula kita dapat memperoleh kesuksesan,” tuturnya. 

Kedua, jadikan lembaga pendidikan STIPI sebagai tempat untuk menghasilkan SDM yang memilki komitmen keislaman dan ke-Indonesiaan. “Hal ini perlu ditekankan, karena ada sekelompok kecil masyarakat yang memperhadapkan dua hal tersebut,”ujar Menag.

Menag mengapresiasi berdirinya sekolah tinggi yang akan mendidik calon-calon guru serta madrasah aliyah modern ini. 

Apalagi dua lembaga ini dibangun dari sumbangsih alumni jemaah haji dan umrah Yayasan Al-Maghfirah. Ini menurut Menag memperlihatkan kepedulian masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam.

“Memang seharusnya sepulangnya dari tanah suci, jemaah haji atau umrah perlu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Membantu pendidikan salah satunya,” kata Menag.

Penyiapan SDM guru menurut Menag menjadi langkah awal bila ingin mengembangkan lembaga pendidikan yang bermutu. “Ini perencanaannya sudah benar. Seperti kami di militer, sebelum membentuk sebuah lembaga pendidikan, kami menyiapkan dulu SDM pendidiknya. Di sini, Al-Maghfirah juga menyiapkan seperti itu,” ungkapnya. 

Sementara Kakanwil Kemenag Jawa Barat Adib menyampaikan kegembiraannya atas diresmikannya STIPI Al-Maghfirah. “Dengan adanya lembaga ini maka bertambah pula lembaga pendidikan islam berkualitas di Jawa Barat ini,” ungkap Adib. 

Kepada Menag, Adib mengungkapkan keinginannya pula untuk menambah lembaga pendidikan islam bermutu di Jawa Barat. Salah satunya dengan membangun Madrasah Insan Cendekia. “Di Jawa Barat ini belum ada MAN IC. Ada pemerintah kabupaten yang siap menyediakan lahan, semoga ini bisa segera kita tindak lanjuti,” ungkap Adib. 

Sebelumnya Ketua Yayasan Al-Maghfirah Ahmad Hatta mengungkapkan, lembaga pendidikan yang dibangun ini merupakan ikhtiar yang dilakukan lembaganya untuk menciptakan “sumur zam-zam” di Indonesia. 

“Setiap kami mengantar jemaah haji dan umrah ke tanah suci, kami selalu menceritakan Siti Hajar denga sumur zam-zamnya. Itu seperti pahala yang tiada putusnya,” kata Hatta. 

“Maka kami pun terpikir bagaimana jika membangun sebuah lembaga pendidikan. Salah satunya adalah dimulai dengan kita mengkader guru-guru. Bayangkan pahala yang mengalir dari setiap pengajaran alif, ba, ta, sampai ya, yang dilakukan guru-guru. Ini zam-zamnya Indonesia,” sambung Hatta. 

Ia menambahkan, STIPI saat ini baru dapat menampung ratusan mahasiswa dari ribuan peminat yang mendaftar. “Mohon doanya Pak Menteri. Nanti setelah mereka lulus, mereka langsung kita salurkan ke sekolah-sekolah kita. Dan mereka yang ada di sini beasiswa hasil dari pengelolaan dana yang disumbangkan jemaah,” ungkap Hatta.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: