kemenag

Menag Minta Guru Besar PTKI Beri Solusi Hadapi Era Disrupsi

Bandung (Kemenag) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan saat ini disrupsi agama dan teknologi menjadi tantangan kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia. Kementerian Agama, sebagai institusi negara yang mendapat amanah untuk menjaga kehidupan keagamaan, pendidikan keagamaan, serta kerukunan hidup antar umat beragama, harus mampu mengatasi tantangan tersebut. 

Menag meminta Guru Besar pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk berkontribusi memberikan solusi guna mengatasi hal tersebut. Permintaan ini diungkapkan Menag saat membuka sekaligus memberikan keynote speech pada The 2nd Islamic Higher Education Professors (IHEP) Summit 2018 yang digelar di Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat.

“Berikan solusi dan panduan bagaimana  langkah Kemenag sebagai institusi negara, untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” pinta Menag. 

Menurut Menag, Indonesia memiliki kekhasan relasi agama dengan negara. “Kita bukan negara resmi agama formal atau bukan negara Islam meskipun dengan mayoritas umat Islam,” kata Menag.

Menag menilai, acara yang dihadiri sekitar 100 guru besar agama islam dari PTKI se-Indonesia ini merupakan hal strategis bagi kehidupan keagamaan Indonesia. Peran guru besar, lanjut Menag tidak sebatas pada pengajaran, riset dan studi kajian. 

“Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kerja pengabdian masyarakat sesuai dengan kontek agama dan kebangsaan,” ungkap Menag. 

“Bagaimana masyarakat yang agamis tetap terpelihara dan terawat dengan baik berdasarkan nilai agama. Dan Islamlah yang paling bertangung jawab memelihara dan mengembangkannya di masyarakat,” sambungnya.

Menag berharap dalam pertemuan  yang mengangkat tema  ‘Membingkai Agama dan Kebangsaan’  ini, berlangsung dialog. “Pada akhirnya mendapatkan rumusan solutif menjawab persoalan keumatan yang aktual dan dilakukan dengan pendekatan akademik dengan basis yang kuat,” ujarnya. 

Ia pun mengingatkan agar para guru besar dapat mengedukasi publik terkait permasalahan keumatan. “Tentunya dengan basis argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Menag. 

Konferensi guru besar tingkat tinggi keagamaan Islam kali kedua ini merupakan program unggulan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Pembukaan The 2nd Islamic Higher Education Professors (IHEP) Summit 2018 ditandai dengan pemukulan gong oleh Menag Lukman didampingi Dirjen Pendis Kamarudin Amin dan Direktur PTKI Arskal Salim.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: