kemenag

Menag Minta Kanwil Fasilitasi Adaptasi Pesantren dengan Dunia Digital

Sentul (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama meminta kantor wilayah untuk memfasilitasi adaptasi pesantren dengan dunia digital. Kalangan pesantren, mulai dari santri hingga kyai, untuk dapat beradaptasi dengan dunia digital. 

Hal ini menurut Menag dapat menjadi solusi bagi pesantren-pesantren salaf yang seringkali mengalami keterbatasan dalam penyediaan kitab sebagai bahan ajar santri.
Hal ini disampaikan Menag saat berdialog dengan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Barat, di Sentul, Jawa Barat.

Salah satu hal yang dapat dilakukan Kanwil adalah dengan memperkenalkan kitab-kitab digital yang telah diproduksi oleh Kementerian Agama.  “Kita telah menyediakan versi digital kitab-kitab muktabar yang biasa digunakan di pesantren-pesantren. Dan itu semua dapat diakses secara gratis. Jadi silakan dimanfaatkan saja,” kata Menag, Kamis (07/02).

Pembelajaran kitab secara digital menurut Menag perlu dilakukan oleh pesantren, agar lebih mudah beradaptasi dengan kecepatan perubahan yang terjadi secara global.

“Kita punya 20 Ma’had Aly, dan seluruhnya sudah terbiasa mengakses kitab-kitab digital. Saya harap pesantren-pesantren tradisional kita juga mulai seperti itu,” kata Menag.

Tak hanya santri, para ustadz maupun kyai di pesantren diharapkan Menag juga dapat mengadaptasi hal tersebut. “KH Ahmad Mustofa Bisri misalnya. Ia adalah salah satu kyai besar yang telah memanfaatkan teknologi dengan baik. Sejak enam atau tujuh tahun lalu, ia sudah mulai mengajar kitab menggunakan gadget miliknya. Ini perlu dicontoh,” kata Menag.

Dialog bersama Menag yang dilaksanakan dalam rangka Rapat Kerja Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat ini, dipandu oleh Kakanwil Jabar A. Buchori. Acara tersebut dihadiri sekitar 107 peserta yang merupakan pejabat eselon III dan IV Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Disamping itu, Menag juga meminta ada forum-forum yang dapat didesain guna merangsang pengetahuan santri terhadap kitab kuning. Menag pun mendorong Kanwil untuk melaksanakan Bahtsul Masail untuk menjawab permasalahan kekinian.

Hal ini menurut Menag dapat mendorong kaum santri untuk melakukan kajian kitab-kitab kuning. “Ini bisa menjadi terobosan bagi kanwil sekaligus merangsang kaum santri untuk melihat secara objektif, nalar, tapi juga melihat dengan cara ilmiah,” kata Menag.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

smallseotools.com

Follow me on Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: