kemenag

Menag Terima Wali Kota Bogor Bahas Solusi GKI Yasmin

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Wali Kota Bogor Bima Arya menemui Menteri Agama Fachrul Razi untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik terkait kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang berada di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh.

“Terimakasih Pak Menteri, telah menerima kami untuk membicarakan dan mecari solusi terbaik terhadap kasus GKI Yasmin ini,” kata Walikota Bogor Bima Arya memulai pertemuan di ruang Tamu Menteri Lt.2 Kementerian Agama RI jalan Lapangan Banteng Barat 3 – 4 Jakarta Pusat, Jum’at (06/03).

Disampaikan Bima Arya, ada dua hal yang disampaikan. Pertama, Bogor dikenakan stigma sebagai kota intoleran, karena adanya laporan Setara Institut, disebabkan ada kasus di Bogor yang menciderai toleransi. “Secara umum kami sudah mengambil langkah-langkah yang strategis. Kita minta dibantu semisal dari Paramadina, Usaid dan lainnya untuk mendesain berbagai program spirit kebersamaan dalam menepis isu tersebut,” kata Bimas Arya.

Foto : Romadaniel

Hal kedua, adalah terkait GKI Yasmin. Kata Bima Arya, masyarakat agar jangan terjebak dalam perdebatan hukum terhadap kasus ini. “Mari kita fokus pada solusinya,” ajak Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan, solusi yang sudah diberikan adalah berbagi lahan, separuh untuk lahan masjid dan separuh lagi untuk GKI Yasmin di lokasi yang sama. Solusi lainnya adalah relokasi ke tempat lain, dan atau silahkan tetap di situ, namun dengan mengurus IMB baru.

“Tahun ini harus kita selesaikan persoalan GKI Yasmin ini,” tegas Bima Arya.

Sekretaris FKUB Kota Bogor, Hasbulloh menyarankan agar diadakan kajian pemetaan stakeholder. Selain itu, Kementerian Agama bisa memberi pandangan dan pendekatan keagamaan yang lebih persuasif.

“Pemerintah harus hadir di sana. Intensifkan komunikasi ke DKM yang berdekatan dengan lokasi gereja dan masjid,” kata Hasbulloh.

Kapus PKUB Nifasri menjelaskan, dalam kasus GKI Yasmin, pihaknya sudah memanggil yang Pro dan yang Kontra. Untuk itu, Nifasri menyarankan agar Kesbangpol Kota Bogor mendudukkan keduanya mencari solusi terbaik agar tidak terjadi kegaduhan.

Selain itu, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury juga menyampaikan agar ada pendekatan informal, jangan hanya pendekatan formal dalam menyelesaikan persoalan GKI Yasmin. Thomas berharap agar ada usaha dari Wali Kota Bogor, jangan masuk pada case yang khusus.

“Tetap ada data FKUB, Pak Wali Kota Bogor bisa lebih seirama. Pendekatan ilmiah boleh, namun kasus ini sudah berbeda. Ini sudah berjalan 13 tahun, ini soal kecil namun mencuat luar biasa,” kata Thomas.

Foto : Romadaniel

Sementara Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor, FKUB, dan Ormas sudah sangat baik. Namun, semua pihak harus tetap mencari jalan yang terbaik agar persoalan ini selesai tahun ini dan tidak berlarut-larut.

“Kita biasanya menangani persoalan selagi masih potensi, kalau sudah mencuat akan dimasuki berbagai kepentingan dan lain-lain,” kata Menag.

“Mari sama-sama kita cari solusi terbaik secepatnya, dengan manfaatkan Kesbangpol, FKUB, Ormas dan lainnya,” ajak Menag.

Tampak hadir dalam pertemuan Kabag TU Pimpiman Khairul Huda Basyir, Staf Khusus Menag Ubaidillah Amin Moch, Wakil ketua FKUB Kota Bogor Romeo Michael Endor.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: