kemenag

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Dhiran ca pannan ca bahussutan ca, dhorayhasilan vatavantamariyam tam tadisam sappurisam sumedham, bhajetha nakkhattapathaa va candima. Ikutilah orang yang pandai, bijaksana, terpelajar, tekun, patuh dan mulia; hendaklah engkau selalu dekat dengan orang bajik dan pandai seperti itu, bagaikan bulan mengikuti peredaran bintang. (Dhammapada, 208)

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan yang hendak diwujudkan oleh negara, sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Tujuan tersebut menggambarkan sebuah cita-cita luhur serta harapan negara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul guna tercapainya kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera. Upaya yang telah dan akan terus dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dalam berbagai jalur, jenjang dan jenis Pendidikan.

Pemerintah telah merumuskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengertian itu mengandung makna pendidikan bukan hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga memberikan fokus pada nilai-nilai kemoralan.

Melalui Pendidikan, setiap orang dapat belajar mengembangkan potensi diri untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesempurnaan hidupnya. Belajar untuk membebaskan diri dari kebodohan untuk mencapai kebijaksanaan.

Guru Agung Buddha menjelaskan bahwa setiap orang harus belajar agar bijaksana, sebagaimana tertuang dalam Dhammapada syair 152 bahwa orang yang tidak mau belajar akan menjadi tua seperti sapi, hanya dagingnya yang bertambah tetapi kebijaksanaannya tidak berkembang. 

Karena itulah, maka selaras dengan perkembangan zaman, pendidikan telah menjadi tolak ukur bagi setiap orang. Setiap orang dapat disebut sukses dalam pendidikan ketika telah memperoleh nilai yang baik, memiliki pengetahuan yang luas, memiliki keterampilan dalam berbagai bidang, dengan disertai sikap dan perilaku yang luhur.

Hari ini, kita telah memasuki pembelajaran abad 21. Sebuah model pembelajaran yang membangun kemampuan belajar individu untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, aktif, dan mandiri. Karenanya, perlu ada perubahan peran guru sebagai pelatih pembelajar yang bertugas memberikan bimbingan kepada siswa didik untuk mengembangkan keterampilan dan membantu mereka dalam mencapai tujuan belajarnya.

Profesionalitas guru tidak lagi diukur dari kemampuan dan kemahiran dari setiap bahasan dalam kurikulum, namun guru lebih dituntut menjadi ahli dalam membimbing siswa dalam berinteraksi dengan pengetahuan untuk memahami, mengkritisi, membuat, dan melakukan perubahan. 

Dengan demikian, peran guru sangatlah penting dalam membimbing para siswa untuk sukses dalam belajarnya. Pendekatan yang humanis, yang mengedepankan penghargaan hak-hak siswa dalam belajar sangat penting untuk dilakukan oleh para guru. 

Guru Agung Buddha, sebagai guru para dewa dan manusia telah memberikan contoh bagi kita semua. Hal itu dicontohkan beliau pada saat mengajar Yasa, sebagaimana tertuang dalam Vinaya Pitaka: “Di sini Yasa, tiada yang menyakitkan. Ke sini Yasa, Aku akan mengajarmu”. Sikap Guru Agung Buddha dalam mengajar dapat dijadikan sebagai role model bagi guru dalam mendidik para siswanya.

Internalisasikan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan, sehingga generasi bangsa ini bukan hanya memiliki kemampuan dalam bidang sains semata. Sebab, pada hakikatnya “sains tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa sains adalah buta”, demikian yang dikatakan oleh Albert Einstein. 

Jadilah pribadi yang peduli dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga guru senantiasa menjadi insan yang peduli pada kemajuan bangsa. Baktimu untuk negeri sangat terpuji.

Selamat memperingati Hari Guru Nasional. Bangkitkan semangat, wujudkan merdeka belajar.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

 

Caliadi (Dirjen Bimas Buddha)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: