kemenag

Menciptakan Perdaimaian Negeri Lewat Gema Vasudhaiva Khutumbakam

Om Swastyastu. Om Awighnam Astu Namo Sidham. OM Badrah Kratawo Yantu Wiswatah

Semoga selalu dalam keadaan Selamat. Semoga Tiada Halangan yang merintang. Semoga Pikiran Baik dating dari segala penjuru  arah

Angayubagya, puji sukur patut kita haturkan di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), Karena atas asung kerta waranugraha-Nya, di tengah-tengah pandemic  Covid-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia pada saat ini, kita masih diberikan kesehatan dan keselamatan untuk sama-sama berbagi pengetahuan tentang Dharma lewat media ini.

Mimbar Hindu kali ini membahas tema “Menciptakan Perdaiaman Negeri Lewat Gema Vasudhaiva Khutumbakam”.

Sahabat dharma yang berbahagia. Perlu kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negeri yang besar dengan 17.000 lebih pulau. Penduduknya berkisar 270 juta jiwa dengan 1.340 suku. Indonesia adalah negeri yang luar biasa majemuk, multi kultur, multi etnis, multi bahasa, dan bahkan multi agama. Kekayaan alam dan budaya yang terdapat di nusantara menjadi identitas negeri ini.

Sahabat dharma yang berbahagia. Di tengah kamajemukan itu, kita semua harus menjadi pelopor untuk selalu menciptakan perdamaian di negeri ini. Di tengah realitas sosial yang majemuk terkadang terjadi konflik-konflik yang bernuansa SARA, sehingga hal ini dapat memicu perpecahan. 

Sahabat dharma yang berbahagia. Banyak contoh bagaiamana negara negara yang berkonflik, tidak pernah ada ketenangan di sana, yang terdengar adalah jerit tangis dan kesakitan. Yang ada hanya penderitaan orang yabg kehilangan sanak saudara dan keluarganya, sahabat dan orang-orang yang disayanginya, juga kehilangan harta bendanya. Mereka hidup dalam penderitaan karena kehilangan tempat tinggal, tidak mendapatkan makanan dan dihantui ketakutan. Maka perlu kita sadari bahwa tidak ada akhir yang baik dari sebuah konflik dan peperangan. Dengan demikian, tidak ada alasan apapun untuk kita memupuk konflik dan peperangan. 

Sahabat dharma yang berbahagia. Dalam ajaran agama hindu, perdamaian bukanlah pilihan. Perdamaian adalah kewajiban yang harus diwujudkan oleh seluruh umat manusia. Sebab, hanya perdamaianlah yang dapat memajukan negeri dan dunia. 

Ajaran agama Hindu yang tertuang dalam sastra-sastra Veda, selalu mengarahkan manusia pada perdamaian. Secara esensi, manusia tidak pernah memiliki musuh di luar dari dirinya. Musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri. Sehingga, di dalam agama Hindu, kita mengenal ajaran Sad Ripu, yaitu enam musuh yang terdapat dalam diri manusia. Keenam musuh tersebut yaitu: hawa nafsu (kama), rakus atau tamak (lobha), sifat marah (kroda), bingung (moha), mabuk (mada), iri hati (matsarya). Ketika musuh itu dapat kita kalahkan, maka kita menjadi orang dan damai. 

Sahabat dharma yang berbahagia. Untuk selalu terciptanya perdamaian di negeri ini, marilah kita tanamakan rasa persaudaraan di dalam diri kita masing-masing. Weda menyebutkan bahwa brahman atman aikyam (kita memiliki percikan Tuhan dalam diri kita), sehingga kita semua adalah ciptaan Tuhan, sehingga kita harus menumbuhkan tat twam asi, yaitu kita harus menganggap diri kita sama dengan yang lainnya. 

Jadi, ketika kita sama dengan yang lainnya, tidak akan ada niat untuk merendahkan dan menyakiti orang lain karena kita semua adalah sama. Ketika tidak ada perbedaan secara esensi maka kita semua adalah bersaudara. Kita berada di dunia ini ada pada ikatan persaudaraan. 

Dalam Mahaupanisad 6.72 disebutkan: “Ayam Bandhurayam Neti Ganana, Laghucetasam, Udaracaritanam Tu Vasudhaiva Kutumbakam”. Artinya : “Pemikiran hanya dialah saudara saya, selain dia bukan saudara saya adalah pemikiran dari orang berpikiran sempit. Bagi mereka yang berwawasan luas atau orang mulia, mereka mengatakan bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga.” 

Seloka di atas mengatakan bahwa di dalam alam semesta ini, kita bersaudara. Manusia hendaknya selalu membangun hubungan baik dengan sesamanya, dengan Sang Pencipta, dan menjaga hubungan harmonis dengan alam semesta. Ketika kita sudah dapat menyadari bahwa kita berasaudara antara satu dengan yang lainnya, bagaimana kita dapat menumbuhkan rasa kebencian terhadap saudara-saudura sesama manusia? Ketika alam semesta ini adalah rumah kita, maka marilah kita jaga dengan perdamaian agar senantiasa kita sebagai manusia hidup dengan keharmonisan. 

Sahabat dharma yang berbahagia. Marilah kita sebarkan benih-benih perdamaian di negeri lewat gema ‘Vasudhaiva Kutumbakam“. Mari jadikan perbedaan suku, agama, ras, budaya, bahasa, dan sebagainya sebagai suatu keindahan dunia. Walapun berbeda pada identitas, kita semua adalah sama dalam esensi kemanusiaan. Mari kita hidup seperti minyak dan air dalam satu tungku, walapun tidak bisa menyatu namun selalu dapat berdampingan.

Sahabat dharma yang berbahagia. Tan Hana Wong Angyubagia, Tan Hana Wong Angayu Lulus Lan Tan Hana Wong Sampurna Ring Jagad Dwipa. Tidak ada manusia yang selalu berbahagia. Tidak ada manusia yang hidup tanpa rintangan. Dan, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. 

Om Santih, Santih, Santih Om
Semoga selalu damai, damai, dan damai.

 I Wayan Astraguna (Bimas Hindu)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: