kemenag

Menegakkan Kebajikan

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang punya nilai toleransi tinggi. Indonesia berdiri dengan latar belakang negara sejarah yang panjang, melibatkan perjuangan banyak pihak. Perasaan yang sama untuk mendapatkan kemerdekaan, membuat semua pihak berjuang dan bekerjasama, tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan golongan. Semuanya terpanggil dengan sadar, bahkan nyawa pun rela dikorbankan, demi membela negara. 

Bela Negara bukanlah sesuatu yang dipaksakan melainkan dengan dasar ketulusan hati, demi satu tujuan yang sama yaitu kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi dapat digarisbawahi bahwa membela dilandasi oleh satu tujuan yang sama. Sehingga orang –orang yang memiliki kesamaan tujuan akan bergabung dengan sadar dan iklas untuk bersama – sama mencapai tujuan.

Bagaimana dengan kehidupan beragama, tentunya orang memilih agama apapun karena ajaran agama tersebut idealnya sesuai dengan kesesuaian hati untuk mengikuti-Nya. Agama kalau dilihat dari asal katanya berarti “tidak kacau”. Jadi, ketika orang memilih agama dan menjalankan agama tersebut, tentu punya tujuan agar hidupnya tidak kacau. Dalam bahasa agama, mencapai damai di diri yang tentunya menjadi sumber bagaimana menciptakan kedamaian dunia yang merupakan cita-cita semua agama yang ada di dunia.

Sebagian besar ajaran agama muncul dari kondisi daerah, kerajaan, atau negara yang kacau. Wahyu Tuhan diturunkan melalui Nabi atau Para Suci pilihan Tuhan yang diberikan amanah untuk menyebarkan kedamaian di dalam suatu daerah, kerjaan atau negara yang pada saat itu sedang kacau. Tujuannya, agar ajaran kebaikan ini menyebar ke semua orang.

Nabi Kongzi sebagai Tianzhimuduo dalam menjalankan wahyu Tian, tentu tujuannya adalah mengubah kondisi yang ada pada negeri-negeri saat itu. Beberapa pemimpin negeri, saat itu ingkar dari jalan suci. Ada yang hanya bersenang-senang untuk kepentingan pribadi dan keluarga saja, pajak dibebankan berat kepada rakyat, pemimpin tidak pernah memperhatikan kepentingan rakyat, mereka hanya dilindungi oleh kekuasaan militer yang dipersenjatai untuk mengintimidasi rakyat.

Kondisi ini membuat Nabi Kongzi yang telah menerima Wahyu Tian, digerakkan berkeliling negeri untuk menyebarkan nilai-nilai kebajikan untuk mengubah kondisi yang ada.

Dalam Lun Yu : Jilid XII : 19, Kwi Khongcu bertanya tentang pemerintahan kepada Nabi Kongzi “Bagaimanakah bila dibunuh orang yang ingkar dari jalan suci, untuk mengembangkan Jalan Suci?”

Nabi Kongzi menjawab, “Kamu memangku jabatan pemerintahan, mengapa harus membunuh? Bila kamu berbuat baik, niscaya rakyat akan mengikuti berbuat baik. Kebajikan seorang pembesar laksana angin dan kebajikan rakyat laksana rumput, ke mana angin bertiup, ke situ rumput mengarah!”

Nabi Kongzi rela meninggalkan apa yang dimiliki demi satu tujuan, supaya negeri-negeri ini dapat mencapai kedamaian. Nabi Kongzi berbuat kebajikan, dengan mengubah kekacauan yang ada. Nabi Kongzi mengajarkan agama bukan dengan kekerasan, apalagi sampai membunuh orang yang tidak sesuai dengan jalan suci. Nabi Kongzi mengajarkan kebajikan kepada pimpanan sebagai teladan, maka rakyat akan mengikuti keteladanan yang dilakukan oleh pimpinan.

Meneladani Nabi Kongzi yang dengan sepenuh hati mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan kebajikan, tentunya yang dibela adalah bagaimana manusia dapat berbuat kebajikan dalam kehidupan. Bukan Tuhan yang dibela, melainkan apa yang membuat Tuhan berkenan, di mana dalam konsep agama Khonghucu dikenal “Hanya dalam kebajikan yang dapat menggetarkan Tuhan atau Tuhan akan berkenan”.

Manusia perlu memperjuangkan tentang apa yang membuat Tuhan berkenan. Dalam konsep Agama Khonghucu yang perlu dibela adalah menegakkan kebajikan dan membuat nilai manusia menjadi lebih manusiawi dengan hidup Zhong (satya) yang berhubungan vertical dengan Tian dan Shu (tepa sarira) yang berhubungan vertical dengan sesama manusia dengan memanusiakan manusia.

Menegakkan kebajikan berarti menegakkan nilai kemanusiaan, tanpa menghakimi sesama ciptaan yang sama di hadapan Tuhan. Mari tegakkan nilai kemanusian dalam laku kebajikan, karena hanya kebajikan Tuhan berkenan. Wei De Dong Tian.

 

Ws. Andi Gunawan (Guru, Dosen, Pembicara agama dan Penyuluh non PNS Agama Khonghucu) 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: