kemenag

Menumbuhkembangkan Perilaku Mulia dalam Kehidupan

Om avighnam astu namah sidham. Om Svastyastu. Om Ano Badrah Kratavo Yantu Visvatah

Umat sedharma dan Umat beragama yang penuh kasih. Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang,  atas asung kerthawaranugraha-Nya sehingga kita selalu mendapatkan perlindungan dan selalu diberikan keselamatan dan kesehatan. Pesan darma minggu ini mengangkat tema “Menumbuhkembangkan Prilaku Mulia dalam Kehidupan”.

Umat Sedharma yang penuh kasih. Kita secara pribadi patut berbangga terlahir sebagai seorang Hindu, karena ajaran Agama Hindu sangatlah universal. Hindu mengajarkan berbagai cara mengenai pemahaman terhadap ajaran agama, baik dari sisi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan mahluk lainnya. Dalam ajaran Hindu, ini lazim dikenal dengan nama Tri Hita Karana. 

Hal ini juga tidak terlepas dari konsep ajaran Hindu, yaitu: Tiga Kerangka Dasar Ajaran Hindu. Kerangka dasar ini mencakup:  Tattwa (filsafat), Susila (etika), dan Upacara (rangkaian proses yadnya).

Melalui Tiga Kerangka Dasar Ajaran Hindu inilah hendaknya umat sedharma memahami esensi dari tujuan Agama Hindu tersebut. Ketiga Kerangka Dasar Ajaran Agama Hindu ini sangatlah berhubungan. Jika hanya salah satu saja yang dilakukan maka tidak akan terjadi suatu keseimbangan dalam kehidupan. Dari ketiga hal itu, yang paling penting ditekankan yaitu tentang Susila (etika) tingkah laku dari manusia itu sendiri.

Umat Sedharma yang penuh kasih. Pada kesempatan ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam kaitannya dengan Tiga Kerangka Dasar ajaran Agama Hindu, yaitu: susila (etika) dalam Ajaran Hindu dan memaknai etika untuk mencapai keharmonisan.

Susila (etika) dalam Ajaran Hindu
Umat Sedharma Yang berbahagia. Ada sebuah ungkapan menyatakan bahwa prilaku kita merupakan cerminan kharakter diri kita sendiri. Tattwa (Filsafat) dan Upacara (rangkaian proses yadnya) tidak akan dapat berhasil kalau tidak dibarengi dengan sikap atau etika yang baik. Maka dari itu, Susila (etika) sangatlah penting dalam kehidupan. 

Dalam hal ini, maka etika dalam agama Hindu dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tata nilai, tentang baik dan buruknya suatu perbuatan manusia, mengenai apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan, sehingga dengan demikian akan tercipta kehidupan yang rukun dan damai dalam kehidupan manusia. 

Etika dalam ajaran Hindu pada dasarnya merupakan rasa cinta kasih atau rasa kasih sayang, karena memandang bahwa dalam diri setiap ciptaan ada sinar suci Tuhan yang bersemayam yang disebut dengan atman. Maka dari itu hendaknya manusia harus saling menghormati, menghargai, dan selalu bersatu atas rasa persaudaraan.

Etika menjadikan kehidupan masyarakat menjadi harmonis, karena saling menjunjung tinggi rasa saling menghargai antar sesama dan saling tolong menolong. Dengan etika akan membina masyarakat untuk menjadi anggota keluarga dan anggota masyarakat yang baik, menjadi warga negara yang mulia.

Pada Sloka Wrehaspati Tattwa No. 25 itu dijelaskan bahwa, “Sila ngaranya mangrakascara rahayu”. Artinya,  Sila/etika adalah menjaga perilaku/kebiasaan agar tidak menyimpang dari norma-norma kebenaran dan kebaikan.

Hindu dalam ajarannya tentang etika menekankan bahwa seorang manusia itu harus memiliki pikiran yang baik, perkataan yang baik dan perbuatan yang baik. Ini dalam ajaran Hindu disebut dengan Tri Kaya Parisuda. Jika manusia sadar akan ketiga hal tersebut, maka keharmonisan di dalam suatu kehidupan pasti akan tercapai dengan baik.

Memaknai Etika untuk Mencapai Keharmonisan
Umat Sedharma yang penuh kasih. Setiap ajaran agama selalu menekankan tentang adanya etika yang baik dan tidak ada satu ajaran agama yang mengajarkan tentang tata etika seperti kekerasan dan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Dalam hal ini selalu mengutamakan agar selalu berpikir, berkata dan berbuat yang benar untuk mendapatkan kebahagiaan baik secara jasmani maupun rohani.

Akan tetapi apa yang terjadi sekarang? Dengan melihat bangsa Indonesia sekarang ini, kita merasa sangat prihatin, yaitu tentang adanya kejadian-kejadian yang akhir ini menerpa bangsa ini yang meliputi segala aspek kehidupan, seperti Virus Corona yang melanda negara kita saat ini dan banyak kejadian-kejadian seperti kekerasan dan asusila yang lainnya. Sehingga, dalam menjalani hidup ini selalu dihantui dengan keresahan, kegelisahan, serta suasana yang tidak menentu.

Untuk itu, etika ini sangatlah penting. Etika ini tidak hanya berada di tataran pemahaman saja tetapi harusnya direalisasikan di setiap kehidupan kita. Hendaknya kita harus selalu mengutamakan etika yang baik untuk mencapai kehidupan yang harmonis. Untuk mencapai kehidupan yang harmonis maka setiap manusia mesti harus membawa pikirannya untuk selalu menganggap setiap manusia adalah sebagai saudara. Seperti yang dijelaskan dalam Maha Upanisad 6.72 :

Ayam bandhurayam neti ganana laghuchetasam. Udaracharitanam tu vasudhaiva kutumbakam. Artinya: Pemikiran bahwa hanya dialah saudara saya, selain dia bukan saudara saya hal itu adalah pemikiran dari orang yang berfikiran sempit. Bagi mereka yang berwawasan luas atau orang yang mulia mengatakan bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga besar.

Dari uraian Maha Upanisad di atas itu, sudah sangat jelas kalau seluruh umat manusia ini adalah satu keluarga besar. Jadi tidak ada alasan untuk saling menyakiti antar sesama. Untuk mencapai hal itulah manusia mesti harus menjaga tata etika/prilaku dirinya agar tercapainya suatu keharmonisan dalam suatu kehidupan.

Umat sedharma yang terkasih. Dari uraian tentang Susila (etika) di atas, maka sangatlah penting untuk dipahami dan direalisasikan dalam kehidupan kita. Agama Hindu sudah mengajarkan kita banyak hal dan jalan untuk mencapai kebahagiaan dan keharmonisan, salah satunya dengan beretika yang baik dan benar. Dengan memadukan antara Susila (etika) yang benar dengan Tattwa (filsafat) dan Upacara (rangkaian proses yadnya) maka apa yang menjadi tujuan kita dalam pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keharmonisan dalam kehidupan dapat tercapai dengan baik. 

Untuk itu,  marilah kita bersama-sama menumbuhkan dan mengembangkan prilaku yang baik dalam kehidupan kita. Demikianlah pesan dharma yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan dapat menjadi wacana kita bersama dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan dinamika ini.

Om Santih, Santih, Santih Om.
 

I Made Jaya Negara S.P (Rohaniwan Hindu)
 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: