kemenag

Merawat Indonesia Kita

OM Swastyastu. Sahabat Pelita Dharma dimanapun berada. Negara bangsa Indonesia yang sangat kita cintai ini, satu tahun terakhir menguras banyak energi untuk menghadapi Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi.

Pandemi ini juga membawa dampak resesi ekonomi yang cukup sangat menyulitkan di tengah upaya pemerintah untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat. Mimbar Hindu minggu ini membahas tentang pentingnya bersama-sama merawat keindonesiaan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, rukun, aman, sejahtera dan damai.

Weda, sumber ajaran agama Hindu menekankan kepada kita untuk senantiasa mengimplementasikan secara seimbang dan integral pengamalan Dharma Agama dan Dharma Negara. Melalui nilai-nilai luhur agama Hindu, kita berkewajiban memperkokoh keberadaan dan kedaulatan negara. Disinilah rasa untuk merawat Indonesia harus dikedepankan. Indonesia adalah milik kita, untuk itu kita wajib merawatnya, menjaga dan melindunginya, apapun profesi dan kedudukan kita, baik sebagai mahasiswa, petani, nelayan, buruh, swasta bahkan terlebih sebagai pemerintah.

Dalam Kitab Suci Yajur Weda IX.22 ditegaskan: Namo matre pertivyai. Maksudnya, hormati, cintai, jagalah ibu pertiwi ( tanah air kita). Ini adalah petunjuk suci bahkan menjadi perintah Tuhan. 

Lebih lanjut, dalam Atharwa Weda ditekankan kembali, melalui ungkapan: mata bhumi, aham putro pertiwyai. Artinya bumi/tanah air (Indonesia) adalah ibu kita, dan kita adalah putra putranya. Seorang putra bangsa yang baik memiliki kewajiban yang mulia untuk merawat ibunya (baca negara-bangsa-tanah air Indonesia).

Rastra ca roha drawinam ca roha. Sebagai bagian warga negara Indonesia, umat sedharma harus merawat Indonesia kita. Kita harus berbuat sesuatu demi menjadikan bangsa ini kuat dan makmur.

Kitab suci Bhagawadgita juga menegaskan hal yang seirama, yaitu paras param bhavayantuvah, sreyah param avapsyata. Artinya menghormati/menunjang kehidupan satu sama lain, akan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Inilah yang harus kita hidupkan dan dengungkan terus menerus di tengah negara-bangsa menghadapi kesulitan.

Dalam merawat Indonesia kita, sangat diperlukan adanya ketulusikhlasan (lascarya) untuk bersatudi dalam perbedaan, menebarkan lebih banyak dan lebih luas rasa kasih sayang (daya, prema) sesama komponen bangsa dan menjauhkan diri dari kemarahan dan kebencian (krodha – dwesa).

Sahabat pelita dharma. Mari kita jaga, bangun dan bangkitkan komitmen serta semangat merawat Indonesia kita sebagai bhakti, untuk Indonesia yang lebih maju, mandiri, aman, damai dan sejahtera.

OM Santih Santih Santih.

Anak Agung Ketut Darmaja (Ketua PHDI Jawa Tengah)
 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: