kemenag

Pesan Mazmur 133 tentang Persaudaraan

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Shalom!! Dari Gereja Protestan Maluku di Ambon, kami datang menyapa saudara-saudara melalui pemberitaan firman di hari ini.

“Persaudaraan yang rukun. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:1-3)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kita semua sebagai bangsa dan masyarakat sementara menghadapi pandemi Covid-19 yang menggetarkan kita semua, dan kita dihantui rasa takut yang berkelebihan. Karena itu pada kesempatan ini, kita tidak punya pilihan yang lain kecuali harus bekerja bersama, tolong-menolong dan bahu membahu. 

Untuk dapat bekerja bersama, tolong menolong dan bahu membahu, kita harus memiliki kesadaran persaudaraan, sebab dengan kesadaran persaudaraan sebagai bangsa, sebagai sesama manusia kita akan dapat bekerja dengan baik secara bersama-sama, serta dapat tolong-menolong dan bahu membahu. Karena itu, persaudaraan adalah suatu yang penting buat kita. Di dalam Mazmur 133 ini ada hal penting untuk membangun pengertian kita tentang pentingnya persaudaraan.

Pesan penting itu adalah jika pemazmur mengakui tentang kebaikan dan keindahan diam bersama dengan rukun. Baik, saya mencoba memparalelkan itu dengan Kejadian pasal 1 tentang cerita penciptaan. Setiap Tuhan menjadikan satu bagian bumi dalam hari-hari, maka akhirnya Tuhan mengatakan itu baik. Baik di sini tidak lain adalah berguna bagi kehidupan dan kelangsungannya, jadi bukan secara estetika saja tetapi berfungsi bagi kehidupan.

Pada perspektif itu, saya mencoba memparalelkan dengan pengakuan pemazmur, sungguh, alangkah baiknya dan indahnya. Ini menyatakan bahwa persaudaraan yang rukun atau diam bersama dengan rukun itu adalah penting bagi kelangsungan hidup. Kelangsungan hidup hanya bisa berjalan kalau orang-orang diam bersama dengan rukun, saling tolong-menolong, dan saling bahu-membahu. Sebab, diam bersama dengan rukun itu bukan seperti satu kumpulan benda mati, tetapi diam bersama dengan rukun yang hidup, akan tercermin dari interaksi saling tolong-menolong dan bahu-membahu itu.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus. Diam bersama dalam perspektif persaudaraan seperti tadi, kemudian oleh pemazmur diandaikan dengan minyak pengurapan dan embun yang turun, dua-duanya memiliki makna yang sama. Minyak pengurapan itu adalah minyak yang baik dan yang mahal, dan minyak yang berguna penahbisan jemaat. Minyak yang baik yaitu menurut saya, ijinkan saya mengatakannya sebagai minyak yang suci. Dengan demikian, persaudaraan yang rukun itu dan diam bersama dengan rukun itu tidak lain adalah satu akar suci melangsungkan kehidupan bersama. Jadi itu berfungsi bagi kelangsungan hidup.

Yang kedua mengenai embun. Embun itu punya fungsi menyegarkan dan karena embun itu memiliki fungsi menyegarkan, segala sesuatu yang dari kemarin kita lihat penuh dengan kegersangan. Ketika kita tidur, kita bangun pagi, kita bisa menemukan dua keindahan, panorama yang sangat indah dan itu disebabkan oleh embun. Fungsi embun menghidupkan dan menyegarkan. Jadi diam bersama dengan rukun dalam perspektif persaudaraan berfungsi dalam kelangsungan hidup dan menghidupkan, serta menyegarkan.

Pemazmur sendiri mengakui hanya ke situlah suasana diam bersama dengan rukun, persaudaraan yang utuh tanpa membedakan latar belakang. Lalu Tuhan akan menjanjikan kehidupan untuk selama-lamanya. Kehidupan dalam keabadian dan itu yang paling penting. 

Maka dari itu dalam suasana persaudaraan seperti ini yang kita butuhkan, kita tidak bertanya bahwa seseorang itu berasal dari mana, agama apa, dari golongan mana, dan apa warna kulitnya? Yang kita tanyakan adalah apa yang akan dia akan lakukan bagi kepentingan bersama dalam situasi seperti ini. Ini pesan penting buat kita semua, sebagai bangsa dan umat manusia dan teristimewa sebagai umat Kristiani. Tuhan memberkati saudara-saudara, Amin.

Pdt. A.J.S. Werinussa (Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku atau GPM)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: