kemenag Kerukunan

PKUB Gelar Workshop Deteksi Dini Paham Radikal Bagi Pemuda Lintas Agama

Palu (ikhlasberamalnews) — Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag kembali menggelar Workshop Deteksi Dini Paham Radikal Bagi Pemuda dan Lembaga Perempuan Lintas Agama.

Kali ini, workhsop berlangsung di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, 3 – 5 Juli 2019. Workshop dibuka oleh Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan. Sekjen mengingatkan pentingnya merawat kehidupan masyarakat yang rukun dan damai, yang menjadi bagian dari esensi kehidupan bangsa dan negara Indonesia sejak awal berdirinya.

Sekjen juga menyinggung mengenai pertemuan para pemimpin dunia dalam G20 Osaka yang sempat menjadi perbincangan di media. Menurutnya, salah satu kata populer dalam Pertemuan G20 Oska adalah “shift of power” (pergeseran kekuatan). Yakni, pergeseran dari Barat ke Timur dan terjadinya kemunduran Barat c.q. USA, dan Eropa dalam banyak hal, di antaranya dalam ekonomi. Hal ini ditunjukan dengan menguatnya perang dagang USA dan Tiongkok yang masih terus berlanjut.

“Mengapa hal ini terjadi? Salah satu akarnya adalah bahwa negara-negara Barat c.q. USA dan Eropa tidak cukup terbiasa hidup sejak awal dengan adanya perbedaan, sehingga mereka hanya tumbuh dalam memperkuat masing-masing diri mereka,” kata Sekjen M Nur Kholis Setiawan.

“Indonesia sebagai satu bangsa besar yang berdiri di atas keberagamannya baik dalam hal suku, ras, agama, kepercayaan, bahasa, adat istiadat dan budaya, terus bertahan justru karena sudah terbiasa menghidupi esensi keberagaman. Nilai inilah yang perlu terus harus disadari dan dirawat,” sambungnya.

Bergesernya Podium

Perubahan yang sangat mendasar dalam kehidupan saat ini menurut Sekjen adalah terciptanya podium kehidupan yang tidak lagi terikat oleh wujud struktural, akan tetapi podium yang telah berdiri di atas teknologi komunikasi yang tidak terhindarkan.

Setiap orang bisa bertemu dengan siapa saja, berbincang dan belajar dengan siapa saja dan dari mana saja lewat media sosial.

“Perubahan ini tentu membawa dampak besar bagi  mereka yang hadir dalam Podium Virtual ini. Sebagai podium baru kehidupan, khususnya bagi generasi milineal, kesadaran pada perubahan ini tentu perlu dicermati dalam persepektif hubungan antar orang yang berbeda-beda. Misalnya, karena perbedaan agama, bisa menjadi kekuatan tetapi sekaligus juga bisa menjadi pemecah,” tutur Sekjen.

Solusi Moderasi Beragama

Sekjen juga memperjelas kembali tentang apa yang dimaksud dengan moderasi beragama. Narasi moderasi beragama adalah narasi yang muncul berhadapan narasi tentang radikalisme.

“Paham radikal beragama sesungguhnya adalah sesuatu yang positif dalam arti bahwa seseorang dalam beragama harus sampai pada sikap absolutisme beragama. “Artinya, kita harus meyakini agamanya secara absolut dan ini adalah sikap beragama yang radikal,” ujarnya

Namun demikian, lanjut Sekjen, sikap beragama yang radikal pada saat yang bersamaan tidak boleh menutup bahkan meniadakan orang atau komunitas beragama lain yang berbeda dengannya. Dengan sikap moderasi beragama akan memungkinkan membuka ruang bagi kehadiran orang atau komunitas beragama atau berkeyakinan sekalipun terdapat banyak perbedaan. Ia akan mampu menerima dan menghormati yang berbeda dengannya.

Dalam kegiatan ini, hadir sejumlah narasumber, di antaranya: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Kapolda Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Badan Kesbangpol, Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama. (Hamdan Yuafi dan Paulus Tasik Galle)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: