kemenag Opini Zakat dan Wakaf

Prof. Uswatun, Ilmuwan Pengembangan Wakaf Indonesia Tutup Usia

Prof Uswatun Hasanah

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Pakar Ekonomi Syariah dan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Hj. Uswatun Hasanah berpulang ke rahmatullah, Sabtu dini hari, 6 April 2019, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Semasa hidupnya, almarhumah dikenal ilmuwan yang concern dengan pengembangan wakaf melalui berbagai peran dan aktivitas yang dijalaninya, baik di dalam maupun di luar kampus. Almarhumah wafat meninggalkan suami Drs. Hadimulyo, M.Sc (mantan anggota DPR-RI) dan 3 orang anak.

Atas nama Kementerian Agama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar menyampaikan duka cita yang mendalam sehubungan meninggalnya Prof. Dr. Uswatun Hasanah. “Penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kami sampaikan atas sumbangsih dan kontribusi serta pengabdian almarhumah khususnya dalam pengembangan ekonomi Islam, zakat dan wakaf di Tanah Air. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan dan mengaruniakan surga-Nya kepada Profesor Uswatun Hasanah,” ujarnya di Jakarta, Minggu (07/04).

“Kita semua kehilangan dengan kepergian beliau pada usia 63 tahun. Sosok ilmuwan yang berkepribadian baik, berdedikasi dan produktif berkarya. Uswatun Hasanah mendalami konsep wakaf produktif sebagai instrumen ekonomi syariah, dimana hal itu menjadi konsentrasi penelitiannya selama bertahun-tahun. Ia memahami masalah makro dan mikro perwakafan, mulai dari aspek teoritis, regulasi, kelembagaan dan meneliti success story pengelolaan wakaf di beberapa negara muslim. Beliau dan kawan-kawan menginginkan pengelolaan wakaf di Indonesia berkembang maju seperti di negara-negara lain. Hemat saya, banyak gagasan visioner dan cita-cita beliau untuk kemajuan dan pengembangan wakaf yang perlu dilanjutkan,” kenang Fuad Nasar.

Uswatun Hasanah lahir di Sleman, 19 November 1955. Ia meraih gelar doktor di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini UIN) tahun 1997 dengan disertasi berjudul “Peranan Wakaf dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial”. Pendidikan sarjana ditamatkan di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tahun 1990 Uswatun menyelesaikan Program Magister (S2) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan tesis “Zakat dan Keadilan Sosial” (Studi Kasus Pengelolaan Zakat Di BAZIS DKI Jakarta).

Uswatun Hasanah adalah staf pengajar FHUI, Pascasarjana FH-UI dan FISIP-UI dalam mata kuliah Hukum Islam, Zakat dan Wakaf, dan Lembaga-Lembaga Islam Di Indonesia. Di samping itu ia mengajar di Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI untuk Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam, dosen pada Program Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dosen Islamic Economics and Finance (IEF) Post Graduate Program Universitas Trisakti, dan lain-lain.

Sekitar tahun 2004, Uswatun diminta oleh Kementerian Agama menjadi Anggota Tim Penyusun Rancangan Undang-Undang tentang Wakaf dan Anggota Tim Penyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang-Undang  Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Saat Kementerian Agama merancang pembentukan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Uswatun menjadi Sekretaris Tim Ad Hoc Persiapan Pembentukan BWI. Ia kemudian diusulkan oleh Menteri Agama menjadi Anggota BWI periode pertama dan diangkat dengan SK Presiden.

Dalam suplemen “Dialog Jumat” Harian Umum Republika 25 Maret 2011, Uswatun Hasanah menceritakan ketika menjadi asisten almarhum Prof. Mohammad Daud Ali mengajar mata kuliah Hukum Islam; Zakat dan Wakaf di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Uswatun semula ingin memperdalam studi politik Islam. Akan tetapi Daud Ali mengarahkannya agar mendalami wakaf karena pengetahuan di bidang wakaf tidak hanya memperkuat kemampuan dalam mengajar, namun pengetahuan wafaf produktif memungkinkan Uswatun untuk mengembangkan wakaf di Indonesia.

Oleh karena itu, Uswatun Hasanah memperdalam literatur tentang zakat dan wakaf serta mengkaji pengelolaan wakaf di negara-negara yang telah menjalankan wakaf dengan baik, seperti Mesir, Yordania, Turki, Arab Saudi, dan Kuwait. Ia juga mengamati, jenis wakaf produktif dalam bentuk apartemen, mal, dan rumah sakit yang berkembang pesat. Setelah melakukan penelitian, ia lantas bepikir, mengapa wakaf produktif tidak dikembangkan di negara kita? Ia pun bertekad untuk ikut mempopulerkan wakaf produktif di Indonesia.

Menurut Uswatun, jangan sampai orang yang berwakaf tak peduli dengan barang yang diwakafkannya. Jika seseorang berwakaf, nazir atau pengelola wakaf mestinya dicecar dengan banyak pertanyaan, akan bagaimana nantinya wakaf yang ia berikan itu. Dengan demikian, seharusnya mereka tak cukup hanya berwakaf lalu membiarkan begitu saja. Wakaf akan mampu melahirkan kesejahteraan bagi umat Islam di Indonesia bila dikelola dengan baik.

Selain berkarier di perguruan tinggi, Uswatun aktif di perkumpulan dan asosiasi para penggiat ekonomi Islam, yaitu sebagai pengurus  Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), anggota Dewan Syariah Nasional MUI. Ia pernah menjadi Ketua Tim Pembina Pendidikan Agama Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sering diundang memberikan makalah dalam acara seminar, lokakarya dan pertemuan ahli menyangkut bidang kepakarannya.

Publikasi ilmiah Uswatun Hasanah di antaranya: Perwakafan di Yordania, Perwakafan di Srilangka, Permasalahan Penerapan Wakaf Tunai, Wakaf Uang dan Pengentasan Kemiskinan, Peranan Wakaf Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat, Wakaf Produktif dan Kemiskinan, Menyambut Kehadiran Undang-Undang Tentang Wakaf, Perlunya Lembaga Penjamin Syariah Dalam Pengelolaan Wakaf Uang, Inovasi Pengembangan Wakaf di Berbagai Negara, Wakaf Uang dan Dasar Hukumnya, Wakaf Dalam Undang-Undang di Indonesia, dan Gerakan Wakaf Uang. (Fuad Nasar)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: