kemenag

Puisi: Bangkitlah Bangsaku, Menyongsong Tatanan Dunia Baru

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Banyak cara dilakukan dalam mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk bersabar menghadapi pandemi Covid-19 dan menyongsong tatanan dunia baru.

Selain sosialisasi tanpa henti terkait imbauan tetap di rumah yang digaungkan pemerintah,  begitu juga imbauan ragam cara oleh masyarakat di sosial media, puisi juga punya cara dalam mengetuk pintu kesadaran bersama.

Salah satunya puisi yang ditorehkan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abd Al Haris Al Muhasibiy. Melalui sajak puisi, Abd Al Haris Al Muhasibiy mengajak rakyat Indonesia untuk bangkit dengan menguatkan tali silaturahimi dan saling menyayangi dengan niat kuat dan membangun struktur dan budaya yang yang damai.

Berikut  puisi Abd Al Haris Al Muhasibiy dengan judul Menyongsong Tatanan Dunia Baru, yang dibacakannya di Malang, Rabu (20/05).

Kalau hari ini kita sedang diuji pandemi. Tidak kurang para pendahulu  pejuang RI. Mereka menghadapi ujian yang bertubi-tubi.

Sebuah aneksasi bumi pertiwi yang tidak pernah henti. Bangsa-bangsa penjajah yang terus menghegemoni.

Penderitaan yang tidak bisa diukur yang sangat menyakiti hati. Namun mereka bisa bangkit dan kemudian tegak berdiri. Bahkan menjadi modal besar proklamasi.

Kita bangsa Indonesia dan bahkan seluruh dunia. Sedang menghadapi covid 19 yang mengancam hidup manusia.

Bahkan tidak segan-segan menjadi korban meradang nyawa. Susah tiada tara melawan virus yang ganas luar biasa.

Sewaktu-waktu bisa saja membunuh manusia kapan dan dimana. Tidak peduli ras, suku, bangsa dan juga agama apa.

Sungguh sebuah ketakutan yang tiada bandingnya. Kelaparan akibat pembatasan hidup yang cegah orang bisa kerja. Bahkan seperti ini, seolah-olah tidak ada jalan yang tersisa.

Namun kita harus bangkit dan berusaha sekuat tenaga. Menghadapi cabaran dan kendala hidup dengan penuh upaya dan do’a.

Pilihan hidup tinggal satu tanpa kecuali. Kita harus bangkit dan berupaya tanpa henti. Saling bergandengan tangan dan eratkan jari jemari.

Katakan saja, kita bangsa Indonesia, siap menghadapi. Perubahan tatanan hidup baru sekarang dan pasca pandemi. Dengan merajut tali temali dan menyusun sebuah strategi.

Membangun dunia baru yang lebih bijak dan manusiawi. Bukan lagi sebuah tatanan hidup yang penuh manipulasi. Bahkan hilangkan praktik hidup yang saling menghegomoni.

Mari bangkit bangsaku kembali. Kuatkan tali silaturahimi dan saling menyayangi. Buang jauh rasa saling menista dan saling mengibuli. Dengan niat kuat dan membangun struktur dan budaya yang yang damai”.

Malang, 20 Mei 2020

‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: