Buddha kemenag

Ratusan Mahasiswa Buddhis Sampaikan Deklarasi Duta Moderasi

Yogyakarta (ikhlasberamalnews) — Sebanyak 250 mahasiswa Buddhis dari berbagai Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha di Indonesia mengeluarkan Deklarasi “Duta Moderasi” di Yogyakarta. Deklarasi ini disampaikan pada penghujung “Pembinaan Mahasiswa Buddhis Tingkat Nasional Tahun 2019” di Yogyakarta, 17 – 20 Mei 2019. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Dirjen Bimas Buddha Caliadi, SH,MH, Staf Ahli Menteri Agama Prof. Dr. Oman Fathurahman, praktisi GNRM Dr. Hamry, dan praktisi agama Buddha Dr. Bramantyo.

Pembinaan Mahasiswa Buddhis ini mengusung tema DuaBe, “Beragama dan Berindonesia”. Menurut Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Supriyadi, kegiatan ini merupakan pengejawantahan atas program direktif Kementerian Agama yang bertajuk Moderasi Beragama. Selama Kegiatan diisi dengan yel-yel Salam DuaBe yang dijawab dengan Beragama dan Berindonesia.

Selain mendapatkan materi dari pakar, lanjut Supriyadi, para peserta juga diajarkan untuk pengamalan ajaran agama Buddha dalam praktik kehidupan nyata, yakni dengan mengikuti Prosesi Waisak 2563 BE dari Candi Mendut menuju candi Borobudur. Selama perjalanan prosesi, peserta yang mengenakan kaos bertuliskan “Duta Moderasi” mengambil barisan paling akhir agar dapat mengumpulkan sampah sisa minuman dan makanan yang berserakan di jalan. Sesampainya di Candi Borobudur, peserta mengikuti acara peringatan Waisak Nasional yang dihadiri Menteri Agama, dan dilanjutkan dengan Upacara Meditasi detil Waisak pada pukul 04.11.00 tanggal 19 Mei 2019.

Menutup acara ini, Supriyadi berpesan agar mahasiswa memahami perannya sebagai generasi yang tangguh yang memiliki kekuatan moral yang baik. “Mahasiswa harus dapat menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial dengan baik, dan siap menjadi agen perubahan dalam kehidupannya,” tegasnya di Yogyarta, Senin (20/05).

“Sekembalinya dari Yogyakarta, peserta harus mampu mewujudkan dirinya sebagai Generasi Emas yang siap menjadi Duta Moderasi dengan secara aktif mengajak kepada segenap teman, saudara, dan keluarganya untuk memberikan narasi keberagamaan yang moderat, damai, dan toleran,” lanjutnya.

 

Berikut ini Deklarasi Mahasiswa Buddhis Indonesia yang dibacakan pada penutupan pembinaan:

Memperhatikan dinamika zaman di tengah maraknya paham intoleransi, ekstrimisme, dan fanatisme berlebihan, yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang rukun dan damai, dengan ini kami mahasiswa Buddhis Indonesia menyatakan;

1. Berpegang teguh pada landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 yang terbingkai dalam negara kesatuan republik indonesia yang bhinneka tunggal ika
2. Bertekad meningkatkan jiwa dan semangat cinta tanah air Indonesia, demokratis, jujur, humanis, dan berkeadilan dalam bingkai etika akademik dan nilai nilai luhur Buddha Dhamma.

3. Bertekad menjadi Duta Moderasi dengan mengamalkan Dharma Agama dan Dharma Negara untuk persatuan Indonesia.
4. Mengajak kepada segenap komponen bangsa untuk memberikan kontribusi narasi keberagamaan yang moderat, damai dan toleran.

Yogyakarta, 20 Mei 2019. (Bimas Buddha)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: