kemenag

Satu Abad Wanita Syarikat Islam jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

Jakarta (Kemenag) — Organisasi perempuan Wanita Syarikat Islam (WSI), menginjak usia 100 tahun pada 7 Desember 2018. Ketua Umum WSI Vanila Singka menjelaskan, bahwa selama seabad WSI telah bergerak memperjuangkan berbagai isu untuk melindungi kepentingan serta hak kaum perempuan dan anak. WSI juga berjuang untuk membangun ketahanan keluarga Indonesia. 

Hal ini disampaikan Vanila Singka, saat peringatan Milad 100 Tahun Wanita Syarikat Islam, di Gedung Nusantara V Komplek MPR, Jakarta. 

“Alhamdulillah, hingga saat ini WSI masih konsisten memperjuangkan untuk melindungi kepentingan perempuan, anak, kesetaraan gender, kesehatan, dan penguatan ekonomi ummat. Hal-hal itu menjadi perhatian dalam setiap program,” kata Vanila, Jumat (07/12). 

Peringatan milad juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Penasehat WSI Zubaidah Muchtar, serta ratusan pengurus WSI yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

Lebih lanjut, Vanila menerangkan, WSI memandang sangat penting untuk memprioritaskan program penguataan ketahanan keluarga untuk memperkuat fondasi keluarga sebagai basic institution. “Ini bertujuan untuk melahirkan SDM yang cerdas, berkualitas, beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia yang menjadi cita-cita pendiri bangsa,” kata Vanila.

Ia pun mengungkapkan beberapa isu yang secara konsisten dikawal dan menjadi perhatian WSI terkait ketahanan keluarga. 

Pertama, WSI mendukung untuk segera direalisasikannya UU Penghapusan Kekerasan terhadap perempuan. 

Menurut Vanila ini penting, karena  data  menunjukkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat. “Misalnya KDRT, pelecehan seksual, tindak perkosaan, serta kasus inses,” jelas Vanila. 

Kedua, WSI mengusulkan perlunya peningkatan durasi waktu cuti hamil dan melahirkan. “Perlu ditingkatkan, dari tiga bulan menjadi enam bulan. Yang secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi negara,” kata Vanila. 

Ketiga, WSI juga mendorong akan lahirnya kebijakan yang mengharuskan perkantoran menyediakan tempat penitipan anak balita. “Sehingga seorang ibu bekerja tetap bisa mengasuh dan memberikan ASI kepada anaknya,” harap Vanila Singka. 

Vanila menambahkan, bahwa saat ini memiliki tantangan akibat kemajuan dan perkembangan arus teknologi. Masyarakat digempur nilai-nilai yang telah merusak tatanan religiusitas masyarakat. 

“Maka WSI juga mendorong pemerintah untuk membentuk suatu kebijakan anti pornografi, anti miras, dan anti narkoba demi melindungi generasi muda selaku penerus bangsa,” kata Vanila.

Berita terkait :  Milad 100 Tahun, Menag Apresiasi Kiprah Wanita Syarikat Islam dalam Pendidikan Ketahanan Keluarga

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: