kemenag

Seleksi Imam Masjid Luar Negeri, Menag: Jaga Nama Baik Bangsa dan Sebarkan Islam Toleran

Jakarta (ikhlasberamalnews) —  Menteri Agama Fachrul Razi menghadiri  Seleksi Imam Masjid Luar Negeri Angkatan II, di Jakarta. Dalam kegiatan yang diikuti oleh 103 peserta ini, Menag mengingatkan dua misi yang diemban oleh imam masjid di luar negeri.

Pertama, menjaga nama baik bangsa. Kedua, menyebarkan keberagamaan muslim Indonesia yang toleran dan humanis. 

“Pada kesempatan ini kita akan menyeleksi calon Imam Masjid untuk ditugaskan di Uni Emirat Arab. Para Imam Masjid ini membawa dua misi sekaligus. Pertama menjaga nama baik bangsa dan negara karena itulah harus pintar dan cakap menjaga perilaku. Kedua menyebarkan keberagaman yang memperkenalkan corak keberagaman muslim Indonesia yang penuh dengan nilai-nilai toleransi dan humanis,” kata Menag, Rabu (02/12) siang. 

Menag juga meminta para calon imam masjid ini untuk meneguhkan niat dan misi dakwah yang sejalan dengan pemerintah Indonesia. 

“Bangsa Indonesia akan terus kuat jika kita menopangnya dengan gerakan moderasi beragama yang saling menghargai satu sama lain, yang saling menghormati toleransi, dan perdamaian dengan semua orang,” tutur Menag. 

Menag mengungkapkan, seleksi imam masjid luar negeri merupakan salah satu program strategis Kemenag untuk memperkuat hubungan internasional. Indonesia, kata Menag,  telah melaksanakan pengiriman Imam ini sejak beberapa tahun terakhir. “Dan tahun ini  kembali mengirimkan calon Imam lebih banyak daripada waktu-waktu yang lalu,” ungkap Menag. 

Pengiriman calon imam masjid ke luar negeri, lanjut Menag, adalah salah satu bentuk nyata bahwa karakter keberislaman Indonesia sangat dinanti oleh bangsa-bangsa di dunia untuk disebarluaskan. 

“Para calon Imam yang akan dikirim ke luar negeri adalah para diplomat yang akan membawa nama baik bangsa dan negara,” imbuh Menag yang juga turut menyaksikan proses seleksi calon Imam Masjid mulai dar  tes bahasa arab, hafalan, tajwid, hingga ilmu agama. 

Kegiatan seleksi calon Imam Luar Negeri angkatan pertama telah dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 10 November tahun 2020 diikuti oleh sebanyak 90 orang peserta,  dengan menghasilkan sebanyak 40 orang peserta terbaik. Adapun seleksi calon Imam angkatan kedua akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Desember 2020 dengan diikuti oleh sebanyak 103 orang peserta yang akan diseleksi sebanyak 60 orang peserta terbaik.

Hasil seleksi calon Imam angkatan pertama dan kedua sebanyak 100 orang serta terbaik akan disiapkan untuk diseleksi oleh tim seleksi dari Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab yang Insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Februari 2021 tahun anggaran 2021.  

“Kegiatan seleksi seperti ini diharapkan dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan berikutnya bukan hanya bekerja sama dengan Uni Emirat Arab, tapi juga dengan negara Timur Tengah lainnya,” kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin yang juga hadir di lokasi seleksi. 

Selanjutnya pada bulan Februari 2021, satu tim seleksi dari Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab memiliki kewenangan penuh untuk menyeleksi berapa calon Imam Masjid. “Yang terbaik akan dipilih untuk memenuhi permintaan Pemerintah Uni Emirat Arab sesuai kriteria imam yang juga persyaratannya telah ditetapkan bersama,” ungkap Dirjen. 

Persyaratan diantaranya adalah harus menghafal Alquran 30 juz,  sehat jasmani dan rohani menguasai ilmu tajwid teori dan praktek memiliki suara yang fasih dan merdu, memungkinkan berkomunikasi dalam bahasa Arab,  memahami hukum fiqih, memiliki pemikiran yang jernih tidak bergabung dan partai politik,  memahami retorika dakwah mampu berkhotbah,  akhlak yang baik paham ahlussunnah wal jamaah dengan manhaj Washatiah,  sudah berkeluarga atau minimal berumur 25 tahun.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: