kemenag

Sistem Deteksi Dini Konflik Keagamaan Diharapkan Bisa Segera Diuji Publik

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Staf Ahli Menteri Agama Oman Fathurahman mengharapkan aplikasi sistem deteksi dini konflik dan penanganan isu kerukunan umat beragama atau mobile harmoni dapat diuji publik pada 2021. Aplikasi tersebut saat ini dalam tahap simulasi oleh Balai Litbang Agama Jakarta bersama Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB).

Harapan ini disampaikan Oman Fathurahman saat berbicara pada Workshop Sosialisasi Deteksi Dini Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama Tahun 2020 di Jakarta.

“Bisa kita bayangkan masing-masing penyuluh di seluruh Indonesia menyampaikan informasi deteksi dini sebelum konflik terjadi. Lalu dilanjutkan respon FKUB dan PKUB hingga informasi tersebut bisa dihimpun oleh Kementerian Agama,” kata Oman yang saat ini juga menjabat Ketua Pokja Penguatan Moderasi Beragama, di Jakarta, Senin (30/11).

“Kalau aplikasi ini terwujud maka marwah Kemenag yang dipimpin Menteri Agama Fachrul akan terangkat. Jadi Menag akan tampil percaya diri dan menyakinkan di depan publik bila berbicara soal kerukunan umat beragama dan penanganan konflik di Indonesia,” sambungnya.

Menurut Oman, pada medio 2018-2019, ia sudah melakukan sosialisasi sistem deteksi dini penanganan konflik keagamaan ke kementerian/lembaga terkait, antara lain ke Kemenkopolhukam dan Kemendagri. Keduanya angat mendukung program ini termasuk soal dukungan anggaran melalui pemerintah daerah. 

“PKUB sebagai institusi yang akan kita usulkan untuk diperkuat menjadi unit esleon I, karena pentingnya PKUB dan FKUB dalam penguatan moderasi beragama yang saat ini kita kawal,” kata Oman.

Oman menceritakan kali pertama menjabat sebagai staf ahli Menteri Agama pada tahun 2017, salah satu yang sering ia lihat adalah Kemenag sering ‘kebakaran jengot’ ketika menghadapi kasus-kasus keagamaan.

“Maksudnya, saat terjadi konflik di lapangan, Kemenag baru tahu dari media online, apakah itu ada pengerusakan rumah ibadah, konflik rumah ibadah dan konflik umat beragama. Malah hampir semua kasus itu, Kemenag baru tahu belakangan. Padahal tujuan dari Kemenag itu adalah menjaga kerukunanan umat beragama,” ujar Oman.

“Kemenag kalah cepat dalam merespon yang terjadi. Belakangan saya melihat PKUB selalu hadir dalam menyelesaikan konflik-konflik kegamaan itu,” tandas Oman.

Workshop Sosialisasi Deteksi Dini Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama merupakan kerjasama PKUB Setjen Kemenag dengan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan. 
 
Sosialisasi ini dihadiri oleh FKUB Kanwil Kemenag Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawab Barat, para penyuluh Kanwil DKI serta perwakilan Balai Litbang Agama Jakarta dan PKUB Setjen Kemenag RI.

“Semua unit eselon I Kemenag akan mendukung sistem deteksi dini ini. Harapannya tahun depan sistem ini bukan lagi simulasi melainkan sudah menjadi pilot project dengan menempatkan penyuluh dan FKUB sebagai ujung tombak program ini,” tutup Oman. 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: