kemenag

Ustadz Subki Al Bughury Ajak DWP Kemenag Miliki Salamatusshadr untuk Bangun Ukhuwah

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Ukhuwah Islamiyah merupakan hal yang penting untuk dipertahankan oleh seluruh umat muslim. Bulan Syawal merupakan momentum untuk merajut serta membangun kembali ukhuwah islamiyah. Salamatusshadr atau sifat lapang dada merupakan hal yang patut dimiliki oleh tiap muslim untuk membangun ukhuwah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ustadz Subki Al-Bughury saat mengisi tausiyah pada Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, di Jakarta. Pada acara yang digelar di Aula Jayakarta, Kantor Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta ini, Ustadz Subki mengajak seluruh anggota DWP dan umat muslim untuk memiliki sifat salamatusshadr ini.

“Bekal hati yang bersih, bekal perasaan yang saling memaafkan, lapang dada. Baru bisa membangun kebersamaan umat,” kata Subki, Rabu (26/06).

Menurut Subki, umat muslim Indonesia patut bersyukur ada di negara yang memiliki tradisi yang baik dalam merawat ukhuwah islamiyah.  Pada bulan Syawal seperti saat ini, di Indonesia biasa dilakukan halal bihalal, silaturahmi untuk saling memaafkan.

“Kebiasaan ini menjadi wadah kita untuk membersihkan hati setelah kita belajar menahan diri sepanjang bulan ramadan,” ujar Subki di hadapan puluhan ibu-ibu anggota DWP Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

Kebersihan hati dan kelapangan dada untuk menerima perbedaan menurut Subki menjadi modal yang selama ini dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk bisa menerima perbedaan dalam beragama.

 

Hal senada disampaikan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenag Trisna Willy yang turut hadir dalam halal bihalal tersebut. Willy bercerita, tradisi halal bihalal yang hanya ada di Indonesia ini, pertama kali tradisi ini diperkenalkan oleh KH Wahab Hasbullah pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. “Saat itu suasana politiknya sedang panas, dan kemudian dibuatlah acara untuk mempertemukan semua pihak untuk saling bersilaturahmi,” ujarnya.

Di Indonesia, menurut Willy, halal bihalal dilakukan dengan berbagai macam cara. Mulai dari saling mengunjungi, mengundang penceramah, hingga pagelaran seni budaya. “Halal bihalal ini menjadi tradisi masyarakat muslim yang ada di Indonesia. Keragaman kegiatan halal bi halal yang kita lakukan ini perlu diapresiasi. Karena, keragaman ini tentunya ada maksud dan tujuannya maksud masing-masing. Dikemas dalam bentuk pengajian atau pun hiburan lainnya, yang penting, tidak menghilangkan esensi halal bi halal tersebut,” pesan Willy.

 

Inti dari halal bi halal menurutnya adalah melapangkan hati untuk saling memaafkan. “Allah sangat menghargai orang-orang yang mampu memberikan maaf kepada orang lain, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Willy yang didampingi oleh Ketua DWP Kemenag Eny Chumaisiyah Nur Kholis beserta jajaran DWP Kemenag Pusat juga berkesempatan untuk melihat bazar yg digelar oleh DWP Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

 

Ketua DWP Kanwil Kemenag DKI Jakarta Komaria Saiful Mujab menyampaikan kegiatan bazar ini sebagian juga menampilkan hasil kerajinan dari anggotanya. “Kami melakukan kegiatan rutin DWP setiap dua bulan sekali. Kegiatannya ada yang bersifat outdoor maupun indoor. Dalam kegiatan indoor salah satunya adalah membuat kerajinan decoupage, yang juga ada dalam bazaar,” tuturnya.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: