kemenag

Wamenag Sebut Nilai Universal Kearifan Lokal dapat Perkuat Moderasi Beragama

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyebut moderasi beragama dapat berjalan dengan baik di Indonesia, salah satunya karena masyarakat juga melestarikan nilai universal yang diwariskan oleh kearifan lokal. Nilai tersebut antara lain saling menghormati, menghargai, dan meyakini bahwa meski berbeda tapi tetap satu.

“Kearifan lokal itu yang menjadikan kita dapat memberikan rasa toleransi kepada sesama umat, sesama masyarakat kita,” kata Wamenag dalan Rakornas Forum Kerukunan Umat Beragama tahun 2020,di Jakarta, Rabu (04/11). 

Di hadapan ratusan tokoh agama yang mengikuti kegiatan ini secara luring dan daring, Wamenag mengapresiasi kerukunan umat beragama yang terjadi pada masyarakat dengan cara mempertahankan nilai kearifan lokal. Misalnya pada masyarakat Bali.

Dalam masyarakat Bali, terdapat beberapa Pura yang merupakan rumah ibadah umat Hindu ternyata juga memiliki langgar di dalamnya, yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat muslim. Di sana umat Hindu Bali sudah terbiasa hidup berdampingan dengan umat agama lain termasuk muslim. 

Di sana juga seluruh umat terbiasa melakukan jamuan makan bersama dengan tetap menerapkan aturan agama masing-masing. “Itu adalah bentuk kearifan lokal yang sudah turun temurun, sudah dilakukan generasi-generasi terdahulu kita, dan itu menjadi kekuatan masyarakat Indonesia, khususnya di Bali,” terang Wamenag. 

Wamenag menuturkan, salah satu kekuatan kita saat mengambil nilai kearifan lokal adalah nilai yang sifatnya universal. Satu contohnya adalah semboyan pengikat bangsa Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, yang diambil dari Kakawin Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. 

“Kitab  ini sangat dihormati oleh saudara kami dari agama Hindu. Tapi kenapa bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya beragama Hindu? Karena kita menganggap nilai yang luhur itu adalah nilai universal yang kemudian kita jadikan semboyan bersama dalam mengikatkan diri dalam komitmen berbangsa,” papar Wamenag.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga mengajak  pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat, dan juga tokoh ormas keagamaan untuk senantiasa menghadirkan nilai-nilai agama yang moderat di tengah masyarakat. 

“Ini merupakan solusi atas ekstremitas sumbu agama. Sumbu satu adalah yang ultra konservatif, sementara sumbu yang lain adalah yang liberal atau serba bebas. Di antara dua kutub itulah sesungguhnya moderasi beragama berada di titik tengahnya,” kata Wamenag.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: