kemenag

Wamenag: Tiga Modal Dasar Indonesia Bisa Bertahan Hingga Kini

Purwokerto (ikhlasberamalnews) — Wakil Menteri Agama KH.Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, ada tiga modal dasar bagi Indonesia sehingga bisa bertahan hingga saat ini. Tiga modal itu disampaikan Zainut Tauhid Sa’adi dalam gelaran Focus Group Discussion (FGD) Moderasi Beragama sekaligus Launching Rumah Moderasi Beragama di IAIN Purwokerto.

Di hadapan civitas akademika dan undangan yang hadir dalam FGD, Wamenag kembali menegaskan bahwa peran PTKI sebagai institusi akademik sejatinya salah satu misinya adalah mengembangkan Islam yang moderat, damai dan toleran atau dikenal dengan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

“Islam itu menyampaikan cara cara yang santun. Yang merangkul tidak memukul, mengajak tidak mengejek,” kata Wamenag mengawali paparannya.

Menurut Zainut Tauhid Sa’adi tiga modal dasar yang menjadi alasan Indonesia bisa bertahan hingga saat ini. Pertama, modal sosial budaya. Indonesia dikaruniai kebhinekaan dan keragaman. Terdapat 1400 suku, 1300 bahasa daerah dan enam agama.

“Bukti bangsa ini toleransi adalah kita misalnya bisa menerima bahasa melayu sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan. Semua suku yang ada bisa menerima itu semua,” ujarnya.

Menurut politisi yang pernah duduk di kursi parlemen selama 17 tahun ini, bangsa Indonesia sangat memahami keragaman sebagai sebuah anugerah dan alat yang mempersatukan bukan sebagai pemecah belah.

“Jadi tidak ada alasan bahwa perbedaan itu yang kemudian menjadikan bangsa terpecah belah. Indonesia juga hingga saat ini masih terus bwrkontribusi terhadap perdamaian dunia,” kata Zainut Tauhid.

Modal kedua Ideologi lanjut Wamenag, para pendiri bangsa sudah menyepakati Pancasila sebagai Ideologi negara.

Pancasila digali dari nilai nilai agama, sosial. budaya sehingga nilai dapat diterima oleh semua kelompok dan kepentingan.

“Indonesia adalah negara kesepakatan. Karena memang faktanya bahwa kita telah memberikan kesepakatan untuk hidup bersama dalam kebhinekaan dan pluralitas. Pancasila identik dengan kalimat yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia,” tandas Wamen.

“Orang islam diwajibkan menerima kesepakatan yang sudah disepakati bersama. Kita sudah memiliki kesepakatan yakni Pancasila yang tidak bertentangan dengan Islam,” lanjutnya.

Modal ketiga jelas Wamen, Indonesia dikaruniai sebagai negara yang agamis Inilah pentingnya civitas akedemika mengembangkan nilai nilai agama.

Menurutnya nilai keagamaan yang tumbuh adalah beragama yang moderat dan menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan bukan karakter bergama yang keras.

“Sehingga pengembangan nilai nilai moderat sangat penting. Apalagi sekarang muncul kelompok kegamaan yang radikal dan intoleransi. Ini harus kita tolak karena tidak sesuai dengan nilai nilai kegamaan yang kita miliki,” kata Wamenag.

Hadir mendampingi Wamenag, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto Moh. Roqib, Kepala Biro Perencanaan sekaligus Plt Kepala Biro Umum Setjen Kemenag Ali Rokhmat dan Plt Kakanwil Kemenag Jateng.

Tampak juga para Kakankemenag se Banyumas Raya dan Forkompinda.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: